Rabu, 28 Oktober 2026 WIB

5 Tradisi Aneh Pernikahan di Afrika, Pengantin didampingin Untuk Malam Pertama

- Rabu, 30 Mei 2018 21:30 WIB
1.522 view
5 Tradisi Aneh Pernikahan di Afrika, Pengantin didampingin Untuk Malam Pertama
Serambinews.com

Pesisirnews.com - Di beberapa daerah, ada adat-istiadat perkawinan yang dibawa pada tingkat yang bisa dianggap 'gila'.

Keyakinan, budaya dan sejarah telah menghasilkan berbagai jenis tradisi yang sangat berbeda ketika menyangkut pernikahan.

Sebagai contoh, di Mauritania pegantin sering dipaksa makan untuk menjadi lebih gemuk di hari pernikahan mereka karena seorang istri yang gemuk menandakan kemakmuran dalam sebuah pernikahan.

Baca Juga:

Berikut ini adalah beberapa tradisi aneh di beberapa daerah di Afrika:

1. Seorang 'pembantu' bersembunyi di bawah tempat tidur

Baca Juga:

Dalam budaya Swahili, sepasang pengantin yang menikah karena perjodohan memiliki 'mentor pernikahan (somo)' saat malam pertama mereka.

'Mentor pernikahan' itu akan berada di bawah tempat tidur, sementara pengantin baru menyempurnakan pernikahan mereka.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sang pengantin melakukan malam pertama mereka dengan baik dan 'mentor' tersebut sebagai saksinya.

2. Tendangan kaki tinggi untuk membuktikan keperawanan

Dalam pernikahan Zulu, pada puncak upacara pernikahan, pengantin wanita melakukan sebuah tarian yang pada titik tertentu, mereka menendang kakinya tinggi-tinggi untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa dia masih perawan.

3. Diolesi dengan lemak sapi

Di Namibia, upacara pernikahan biasanya diikuti dengan kunjungan ke rumah ayah pengantin wanita.

Di sana, dia diberitahu oleh keluarga tentang tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

 
Setelah itu, dia diurapi lemak mentega dari sapi, melambangkan bahwa dia adalah bagian dari keluarga baru dan telah diterima di dalamnya.

4. Situasi 'darurat'

Dalam budaya Shona, tradisi malam pernikahan dimulai bahkan sebelum pernikahan.

Pengantin wanita memutuskan kapan waktu upacata pernikahan dan dia akan berpakaian putih dari ujung kepala hingga ujung kaki menuju rumah calon suaminya.

5. Darah di seprai

Di Tunisia, beberapa tradisi lama mengenai malam pertama pernikahan masih dipraktikkan, seperti pangantin baru memamerkan darah di seprai mereka untuk membuktikan bahwa pengantin wanita tetap perawan sampai menikah. 


Sumber Serambinews.com/Intisari Online

SHARE:
beritaTerkait
Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap
Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial
Wakil Ketua II DPRD Inhil Asmadi SH Hadiri Tabliq Akbar Dalam Rangka Hari Santri 2026
Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri
Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan
Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang
komentar
beritaTerbaru