Jumat, 24 Juli 2026 WIB

5 Tradisi Aneh Pernikahan di Afrika, Pengantin didampingin Untuk Malam Pertama

- Rabu, 30 Mei 2018 21:30 WIB
1.503 view
5 Tradisi Aneh Pernikahan di Afrika, Pengantin didampingin Untuk Malam Pertama
Serambinews.com

Pesisirnews.com - Di beberapa daerah, ada adat-istiadat perkawinan yang dibawa pada tingkat yang bisa dianggap 'gila'.

Keyakinan, budaya dan sejarah telah menghasilkan berbagai jenis tradisi yang sangat berbeda ketika menyangkut pernikahan.

Sebagai contoh, di Mauritania pegantin sering dipaksa makan untuk menjadi lebih gemuk di hari pernikahan mereka karena seorang istri yang gemuk menandakan kemakmuran dalam sebuah pernikahan.

Baca Juga:

Berikut ini adalah beberapa tradisi aneh di beberapa daerah di Afrika:

1. Seorang 'pembantu' bersembunyi di bawah tempat tidur

Baca Juga:

Dalam budaya Swahili, sepasang pengantin yang menikah karena perjodohan memiliki 'mentor pernikahan (somo)' saat malam pertama mereka.

'Mentor pernikahan' itu akan berada di bawah tempat tidur, sementara pengantin baru menyempurnakan pernikahan mereka.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sang pengantin melakukan malam pertama mereka dengan baik dan 'mentor' tersebut sebagai saksinya.

2. Tendangan kaki tinggi untuk membuktikan keperawanan

Dalam pernikahan Zulu, pada puncak upacara pernikahan, pengantin wanita melakukan sebuah tarian yang pada titik tertentu, mereka menendang kakinya tinggi-tinggi untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa dia masih perawan.

3. Diolesi dengan lemak sapi

Di Namibia, upacara pernikahan biasanya diikuti dengan kunjungan ke rumah ayah pengantin wanita.

Di sana, dia diberitahu oleh keluarga tentang tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

 
Setelah itu, dia diurapi lemak mentega dari sapi, melambangkan bahwa dia adalah bagian dari keluarga baru dan telah diterima di dalamnya.

4. Situasi 'darurat'

Dalam budaya Shona, tradisi malam pernikahan dimulai bahkan sebelum pernikahan.

Pengantin wanita memutuskan kapan waktu upacata pernikahan dan dia akan berpakaian putih dari ujung kepala hingga ujung kaki menuju rumah calon suaminya.

5. Darah di seprai

Di Tunisia, beberapa tradisi lama mengenai malam pertama pernikahan masih dipraktikkan, seperti pangantin baru memamerkan darah di seprai mereka untuk membuktikan bahwa pengantin wanita tetap perawan sampai menikah. 


Sumber Serambinews.com/Intisari Online

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas
Bupati Herman Tutup MTQ Ke-16 Pulau Burung, Ajak Masyarakat Membumikan Al-Qur’an dan Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
Bupati Inhil Perkuat Sinergi Penyusunan Prioritas Pendanaan KB DBH Tahun 2027
Bupati inhil dan Wali Kota Pekan Baru Nota Kesepahaman Tentang Pembangunan dan Potensi Daerah
Tingkatkan Kapasitas Kader, Ketua TP PKK Inhil Dorong Penguatan Kelembagaan dan Public Speaking
komentar
beritaTerbaru