Minggu, 26 Juli 2026 WIB

Rezim Kim Jong-un Bantah Pasok Senjata Kimia ke Suriah

- Jumat, 02 Maret 2018 11:26 WIB
225 view
Rezim Kim Jong-un Bantah Pasok Senjata Kimia ke Suriah
Pesisirnews.com - Rezim Kim Jong-un membantah laporan bahwa Korea Utara (Korut) bekerja sama dengan rezim Suriah untuk memasok senjata kimia. Dilansir dari sindonews.com, Jumat (2/3/2018) Pyongyang menganggap laporan dari PBB itu merupakan rekayasa Amerika Serikat (AS).

Kantor berita negara Korut, KCNA, mengutip seorang juru bicara di lembaga penelitian kementerian luar negeri untuk Amerika, mengatakan bahwa AS membuat argumen yang tidak masuk akal dengan menuduh Suriah untuk memproduksi senjata kimia.

"Seperti yang telah kami katakan dengan jelas beberapa kali, republik kami tidak mengembangkan, memproduksi dan menimbun senjata kimia dan menentang senjata kimia seperti itu," kata juru bicara itu kepada KCNA tanpa disebutkan namanya, yang dilansir Reuters, Jumat (2/3/2018).

Robert Wood, Duta Besar Perlucutan Senjata AS untuk Konferensi Perlucutan Senjata PBB, mengatakan pada hari Rabu bahwa telah ada sejarah hubungan antara kedua negara tersebut terkait dengan aktivitas rudal dan komponen senjata kimia.

Menurut sebuah dokumen rahasia tentang laporan pelanggaran sanksi Korut, rezim Pyongyang sudah dua kali memasok komponen untuk program senjata kimia Suriah dalam enam bulan terakhir.

Korea Utara telah mendapat sanksi PBB sejak tahun 2006 terkait program senjata nuklir dan rudal balistiknya. Dewan Keamana PBB menambah sanksi tersebut sebagai respons atas enam uji coba senjata nuklir dan beberapa rudal balistik jarak jauh.

Badan pengawas senjata kimia dunia di Den Haag membuka sebuah penyelidikan pada hari Minggu setelah muncul laporan terjadi serangan senjata kimia di wilayah Ghouta Timur, Suriah. Wilayah itu jadi medan tempur sengit antara pasukan rezim Suriah dengan pasukan oposisi atau pemberontak.

Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad pada tahun 2013 sudah menandatangani perjanjian internasional untuk melucuti senjata kimia. Kesediaan Suriah itu berkat bujukan Moskow untuk mencegah serangan udara AS terhadap Damaskus sebagai pembalasan atas serangan senjata kimia yang oleh Washington disebut menewaskan ratusan orang.

Pada tahun-tahun berikutnya, tumpukan gas beracun yang terlarang di Suriah telah dihancurkan oleh tim pemantau internasional.(***)

SHARE:
beritaTerkait
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
komentar
beritaTerbaru