Rabu, 09 September 2026 WIB

Taliban Gunakan Bayi Empat Bulan untuk Sembunyikan Bom

- Senin, 29 Januari 2018 12:58 WIB
379 view
Taliban Gunakan Bayi Empat Bulan untuk Sembunyikan Bom
Kompas.com

Pesisirnews.com - Beberapa anggota Taliban dikabarkan menggunakan seorang bayi berusia empat bulan untuk menyembunyikan bom yang akan digunakan untuk melakukan serangan di kota Kunduz, Afghanistan.

Beruntung polisi menghentikan mereka saat akan memasuki kota itu. Alhasil, lima orang, termasuk seorang perempuan, ditangkap. Demikian harianĀ Kabul Times.

Bahan peledak itu ditemukan di dalam selimut dan kain yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut.

Baca Juga:

"Menggunakan anak-anak dalam konflik bersenjata adalah sebuah aksi tak berperikemanusiaan. Sebab aksi semacam ini dilarang baik oleh agama atau undang-undang negara," kata Sowita Abdulrahizai, wakil ketua Komisi HAM Indpenden Afghanistan.

Penangkapan itu terjadi usai enam orang bocah tewas dalam pertempuran di kota Ghazni, wilayah tengah Afganistan, pada Jumat (26/1/2018).

Baca Juga:

Namun belum jelas penyebab kematian tiga bocah itu. Taliban menuding merek tewas akibat serangan udara Afghanistan, sementara pemerintah menuding Taliban menjadi biang kematian keenam anak itu.

Pemerintah menyebut, anak-anak itu sedang bermain di luar rumah ketika peluru mortir Taliban jatuh di dekat mereka.

Menurut laporan terbaru PBB, sebanyak 2.460 warga sipil tewas dan 5.379 lainnya terluka selama kurun waktu Januari hingga September tahun lalu.

Di periode yang sama konflik bersenjata di Afghanistan menewaskan 689 orang anak-anak dan melukai 1.791 orang lainnya.

Sumber Kompas.com

SHARE:
beritaTerkait
Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
komentar
beritaTerbaru