Sabtu, 25 Juli 2026 WIB

Jet Israel Bombardir Jalur Gaza

- Minggu, 31 Desember 2017 16:48 WIB
408 view
Jet Israel Bombardir Jalur Gaza
Jet-jet Israel menyerang Jalur Gaza setelah serangan roket yang disebut berasal dari Iran. Foto/Istimewa/Ilustrasi
TEL Aviv, Pesisirnews.com  - Isral lancarkan serangan udara di Gaza selama dua hari berturut-turut setelah sebuah rudal mendarat diwilayahnya. Pasukan keamanan Israel, IDF, menyalahkan Iran atas serangan tersebut. IDF mengklaim Teheran memasok penyerang yang tidak dikenal dengan senjata.

"Rezim Iran terus mempertaruhkan keamanan penduduk Jalur Gaza dan menempatkan mereka dalam bahaya besar. Ke mana pun rezim Iran beroperasi atau terlibat, itu hanya menimbulkan kekacauan dan kehancuran," cuit IDF pasca serangan tersebut seperti dikutip dari Russia Today,Minggu (31/12/2017).

IDF juga menuduh Iran dengan sengaja mengobarkan konflik Palestina-Israel melalui jaringanya - kelompok teroris nakal dan ekstremis - dengan menyalurkan senjata kepada mereka dalam upaya untuk menyalakan kembali permusuhan yang terhenti selama bertahun-tahun.

Sementara itu Menteri Pertahanan Israel, Avogdor Lieberman mengatakan, terlalu dini untuk menyebut orang-orang bersalah atas serangan tersebut. Ia lantas menuding Teheran atas serangan tersebut.

"Iran telah memasok rudal ini ke banyak kelompok," Lieberman mengatakan kepada media Israel, mengatakan bahwa pemeriksaan awal dari rudal yang ditembakkan mengkonfirmasikan berasal dari Iran.

Mencaci Iran, Lieberman tampaknya jarang memuji Hamas karena telah memastikan konfrontasi militer langsung. Ia mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak dapat lagi mengawasi berbagai formasi minor, yang bertanggung jawab atas lonjakan ketegangan. 

"Hamas berhati-hati karena mereka tidak menginginkan perang, seperti yang kita lakukan, tapi kelompok Muslim Salafi dan ekstrimis bertindak sendiri," ujar Lieberman.

Serangan rudal dan balasannya terjadi di tengah kerusuhan kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Kejadian itu dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ada 6 Desember lalu. 

Langkah kontroversial tersebut menimbulkan kecaman internasional yang meluas, pujian dari pihak berwenang Israel, dan mendorong seruan untuk sebuah pemberontakan baru Palestina, sebuah "intifadah yang diberkati" terhadap Israel dan Washington.

Sedikitnya 14 warga Palestina telah terbunuh dan sekitar 3.000 terluka saat pasukan Israel berulang kali menembakkan amunisi dan peluru karet untuk menargetkan "penghasut" dan memadamkan kerusuhan tersebut.

Sumber Sindonews.com 

SHARE:
beritaTerkait
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas
Bupati Herman Tutup MTQ Ke-16 Pulau Burung, Ajak Masyarakat Membumikan Al-Qur’an dan Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
komentar
beritaTerbaru