Kamis, 29 Oktober 2026 WIB

Kalah Voting di PBB AS Harus Tarik Pernyataan Terkait Yerussalem

Haikal - Rabu, 20 Desember 2017 11:44 WIB
1.008 view
Kalah Voting di PBB AS Harus Tarik Pernyataan Terkait Yerussalem
NEW YORK - AS kalah dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB terkait draf resolusi soal status Jerusalem. Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, dari 15 anggota DK PBB, 14 negara menyatakan setuju pernyataan Trump soal Jerusalem harus ditarik.


Merespons hasil voting tersebut, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley marah. Dia menggambarkan hasil voting tersebut sebagai sebuah penghinaan. Dia menegaskan bahwa AS punya hak untuk menempatkan Kedubesnya di mana pun.
"AS tidak perlu diberitahu di mana dapat menempatkan kedutaannya," ujar Halley yang berdarah India tersebut.
"Ini memalukan untuk mengatakan bahwa kita sedang melakukan upaya perdamaian," tambahnya."Fakta bahwa hak veto ini sedang dilakukan untuk membela kedaulatan Amerika dan untuk membela peran Amerika dalam proses perdamaian Timur Tengah bukanlah sumber rasa malu bagi kita; Ini harus menjadi malu bagi para anggota DK lainnya."
Hak veto

Sebuah resolusi dewan keamanan PBB yang dibuat Mesir pekan lalu menyerukan penarikan pengakuan Donald Trump atas Jerusalem. Semua anggota DK kecuali AS mendukung resolusi tersebut. AS pun menggunakan hak vetonya untuk mencegah draf tersebut disahkan.


Resolusi yang dirancang oleh Mesir tersebut tidak menyebutkan secara khusus AS atau Trump, tetapi menyatakan "penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Jerusalem".
Seorang juru bicara presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menanggapi veto tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu "tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargainya".


Inggris dan Prancis telah mengindikasikan sebelumnya bahwa mereka akan mendukung draf resolusi tersebut, yang menuntut agar semua negara mematuhi resolusi dewan keamanan PBB yang sudah ada sebelumnya di Jerusalem, yang berasal dari tahun 1967, termasuk persyaratan bahwa status akhir kota diputuskan dalam perundingan langsung antara Israel dan Palestina.


Sementara itu, masih dilansir The Guardian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mencuit: "Terima kasih, Duta Besar Haley. Di perayaan Hanukkah, Anda berbicara seperti Maccabi. Anda menyalakan lilin kebenaran. 

Anda menghilangkan kegelapan. Satu mengalahkan banyak orang. Kebenaran mengalahkan kebohongan. Terima kasih, Presiden Trump."**Haluanpost

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Inhil
Bupati Herman Minta 18 Pejabat yang Dilantik Percepat Program dan Tingkatkan Kinerja
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Sabu dengan Total Barang Bukti Sekitar 5 Kg
Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu
Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang
Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan
komentar
beritaTerbaru