Sabtu, 25 Juli 2026 WIB

AS Sebut Myanmar Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Rohingya

- Sabtu, 23 Mei 2015 20:52 WIB
744 view
AS Sebut Myanmar Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Rohingya
YANGON, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan pemerintah Myanmar harus ikut bertanggung jawab atas krisis Rohingya. Ini dikarenakan warga Rohingya selama ini tidak mendapat status kewarganegaraan oleh pemerintah Myanmar.

Lebih dari 3.500 migran telah mendarat di kawasan pantai-pantai Indonesia, Malaysia dan Thailand sejak 10 Mei lalu. Ribuan orang lainnya diyakini masih terombang-ambing di lautan. Sebagian besar dari mereka dilaporkan sebagai warga Rohingya dan Bangladesh.

"Akar masalah bagi mereka yang meninggalkan Myanmar adalah situasi politik dan sosial di sana," kata Deputi Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken kepada para wartawan di Yangon, Myanmar.

Dikatakan pejabat pemerintah AS itu, warga muslim Rohingya harus mendapatkan kewarganegaraan.

"Ketidakpastian yang muncul karena tak adanya status (kewarganegaraan) merupakan salah satu hal yang mungkin mendorong orang-orang itu pergi," imbuh Blinken seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (23/5/2015).

Blinken mengatakan, dirinya telah menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan Presiden Myanmar Thein Sein, pemimpin militer dan pejabat-pejabat tinggi Myanmar lainnya.

Badan PBB telah menyatakan Rohingya yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang tersebut, sebagai salah satu minoritas paling tertindas di dunia. Pemerintah Myanmar menolak mengakui Rohingya sebagai warga negara, dan lebih menganggap mereka sebagai migran ilegal dari Bangladesh. Padahal banyak dari mereka yang telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.



Sumber: Detik.com

SHARE:
beritaTerkait
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
komentar
beritaTerbaru