Kamis, 10 September 2026 WIB

Pelaku Bom Boston ingin Menghukum Amerika

- Selasa, 07 April 2015 10:20 WIB
365 view
Pelaku Bom Boston ingin Menghukum Amerika
PESISIRNEWS.COM - Pelaku pengeboman di ajang Boston Marathon tahun 2013 lalu disebut ingin "menghukum Amerika" dengan melakukan tindakan tersebut. Tiga orang tewas dan 264 lainnya terluka dalam peristiwa yang disebut sebagai serangan teroris terparah sejak insiden 11 September 2001.

Hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut dalam pengadilan terhadap Dzhokhar Tsarnaev, Senin (6/4/2015) kemarin. Jaksa Aloke Chakravarty mencoba membantah pembelaan terhadap Tsarnaev yang disebut hanya mengikuti arahan kakaknya, Tamerlan.

"Dia ingin meneror negara ini. Dia ingin menghukum Amerika atas apa yang dilakukan terhadap kaumnya," kata Chakravarty dalam pernyataan penutupnya di pengadilan.

Tsarnaev berusia 19 tahun saat membantu Tamerlan meletakkan bom yang terbuat dari panci presto di kerumunan penonton Boston Marathon. Tamerlan tewas dalam pengejaran polisi dan Tsarnaev berhasil ditangkap hidup-hidup.

Tsarnaev terancam hukuman mati jika terbukti bersalah. "Saat itu mereka merasa seperti pejuang, mujahidin dan membawa pertempuran ke Boston," tambah Chakravarty.

Jaksa penuntut butuh empat bulan membangun kasus ini dengan menghadirkan 92 saksi, menggambarkan Tsarnaev sebagai teroris dan pembunuh berdarah dingin, penghisap mariyuana, mahasiswa malas yang selalu gagal ujian dan sering membaca materi-materi radikalisme di komputernya.

Tsarnaev dikenakan 30 dakwaan, termasuk pembunuhan polisi, pembajakan mobil dan penembakan. Sebanyak 17 dari dakwaan itu memuat hukuman mati. Tsarnaev mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan.

Senin pekan depan, jaksa pembela akan menyampaikan pernyataannya. Pembela mencoba menggambarkan Tamerlan sebagai arsitek penyerangan dan Tsarnaev tidak berdaya menolaknya.

Jika terbukti bersalah, pengadilan akan dilanjut ke tahap kedua saat juri memutuskan apakah pria keturunan Chechen itu akan divonis mati atau dipenjara seumur hidup tanpa jaminan.


Sumber: Channel NewsAsia

SHARE:
beritaTerkait
Buka Lahan dengan Membakar di Suaka Margasatwa Kerumutan, Tiga Orang Jadi Tersangka
Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Paparkan Gotong Royong Tangani Karhutla
Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
komentar
beritaTerbaru