Dewasa ini, sering kali kita temukan para pengendara motor yang tidak ramah. Mereka merasa yang paling jagoan di jalanan.
"Masih
banyak banget pengendara tuh yang berpikir bahwa skill adalah segalanya
dan mereka beranggapan bahwa udah paling mahir. Yah pada akhirnya malah
nyusahin orang lain," ungkap Ketua Komisi Safety Riding Sepeda Motor
dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Dyan Dilato.
Ia menekankan
selain selalu menggunakan perlengkapan motor dengan lengkap seperti helm
dan jaket yang benar, hal yang paling utama dalam mengendarai kendaraan
bermotor ialah pola pikir sebagai pengendara dan disertai oleh teknik.
"Naik motor itu 20% teknik, sisanya, 80% adalah pola pikir. Sehingga
tercipta safety riding," ujar Dyan kepada wartawan.
Menurutnya,
untuk menciptakan pola pikir pengendara yang baik pengendara harus
memiliki pikiran positif dalam berkendara."Kita harus percaya bahwa
apapun yg terjadi adalah tanggung jawab sendiri. Jangan menyalahkan hal
lain," ujarnya.
Selain itu, tidak sombong dan cepat panas di
jalanan yang nantinya akan menyusahkan orang lain adalah hal yang patut
diperhatikan juga. "Ngebut naik motor itu boleh, asal di tempatnya. Tapi
kalau kebut-kebutan, apalagi di jalan raya, nah itu yang ga boleh.
Karena korbannya bukan cuma pengendaranya, tapi juga orang lain," ucap
Dyan.
Setelah itu, memiliki kemampuan bermotor dengan efisien dan
efektif adalah kemampuan dasar berkendara yang patut disorot. "Sering
orang kecelakaan itu karena capek naik motor, apalagi macet-macetan di
jalan. Makanya kita sebagai pengendara harus efektif. Jangan ngerem
langsung full atau mendadak, itu yang buat kita cepet capek,"
tangkasnya.
"Kalau bawa motor, tangan jangan direm karena itu
buat tangan kita lelah. Kecuali kalau ragu di jalan karena ada
blindspot, buat jaga-jaga," ujar Dyan.
Ia juga menambahkan, agar
lebih efisien saat melakukan pengereman, harap menekan di ujung
pedalnya karena lebih ringan dibanding pangkal pedal remnya.
Selain
itu, agar bensin motor tidak cepat habis ia juga menyarankan agar
jangan melakukan tindakan langsung ngegas (full thrutle) saat akselerasi
awal.
Memutar gas yang stabil juga dapat menghemat bensin. "Saat
berbelok, khususnya untuk motor sport, jangan sekali-kali menutup gas.
Tetap saja buka gasnya tapi saat berbelok dilepas perlahan lalu digas
kembali," ujarnya.
Terakhir, ia juga menyampaikan trik untuk
membangunkan motor setelah terjatuh. "Kalau motor anda berat atau
bobotnya lebih besar dari badan anda, jangan angkat motor dari bagian
tubuh depan. Tapi posisi kan tubuh menghadap belakang motor, baru
angkat. Motor akan jauh lebih ringan dan gak menghabiskan banyak tenaga
juga," ujarnya.
"Mengetahui materi memang penting, tapi tidak cukup. Harus dipraktikkan," tutupnya[detik}