Selasa, 08 September 2026 WIB

Jajaran Kasrem 031/WB Pantau Lokasi Karlahut di Meranti

- Selasa, 03 November 2015 16:12 WIB
438 view
Jajaran Kasrem 031/WB Pantau Lokasi Karlahut di Meranti
Kasrem 031/ WB pantau lokasi kurlahut di Meranti
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Guna melihat secara langsung kondisi Kabakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) dilapangan, sekaligus memberi motivasi atas kerja keras anggota TNI, Kasrem 031/WB, Selasa (3/11) turun ke Meranti.

Sekitar pukul 10:30 WIB, rombongan yang terdiri dari Kasrem 031/WB Kol. Czd Inyoman Parwata Dansatgas PRCPB TNI Kol. Inf. Dendi Suryadi, Kasiopsrem 031/WB Letkol. Inf. Saad Miyanta, Letkol. Psk Sholihin Danyon Paskas, Kabid BPBD Riau Akhyar, mendarat di Halaman Kantor Bupati Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang, dengan menggunakan Helicopter TNI AD.

Selanjutnya, mereka menggelar rapat koordinasi bersama Asisten II Sekdakab. Meranti, Anwar Zainal, dan Kadis Kehutanan, Mamun Murod.

Dalam rapat tersebut, Kasrem melakukan pemetaan kondisi Karlahut di Meranti dengan menghimpun semua informasi, sekaligus memberikan masukan soal antisipasi Karlahut kedepan. salah satu solusi yang ditawarkan yakni pembuatan Blocking Kanal di area kebun masyarakat.

Pembuatan Blocking kanal oleh aparat TNI, dinilai berhasil melembabkan lahan gambut seperti yang dilakukan di Kalimantan sehingga Karlahut dapat diantaisipasi.

"Blocking Kanal sesuai petunjuk Panglima TNI dilokasi Karlahut di Kalimantan, Oktober lalu, kepada Damrem dan Dandim yang wilayahnya terjadi Karlahut. Ketika itu, Panglima TNI menunjukan kanal yang telah dibuat Sat TNI AD, sebagai contoh untuk diterapkan dimasing-masing wiklayah rawan kebakaran," jelas Kasrem.

Lebih jauh dijelaskan Kasrem, dalam pertemuan antara Panglima TNI dan Perusahaan, disepakati melalui MoU pihak perusahaan dalam hal ini PT. Sinar Mas yang berjanji akan membantu pembuatan Blocking kanal dilahan perkebunan masyarakat.

"Perusahaan berjanji membantu masyarakat membuat kanal diluar lahan konsesi perusahaan, ini tindak lanjut MoU dengan pihak PT. Sinar Mas," jelasnya lagi.

Rencana yang disepakati melalui MoU antara Perusahaan dengan Panglima TNI, untuk membuat Blocking Kanal dikawasan gambut rawan Karlahut, mendapat apresiasi dari Ir. Anwar Zainal dan Kadishut M. Murod.

Menurut Murod, pembuatan Blocking Kanal dan pemadaman langsung dilokasi jauh lebih efektif dibanding Bom Air lewat Udara.

"Pemadaman lewat Helicopter tak memberikan dampak signifikan," akuinya.

Namun, untuk pembuatan Blocking Kanal, Lanjutnya, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dari penghitungan tim Dinas Kehutanan untuk satu Kanal dengan Lebar dan Kedalaman 3 M, membutuhkan biaya 17 juta, dan diseluruh Meranti dibutuhkan 900 Pintu Klep Kanal.

Saat ini dalam upaya pembuatan Block Kanal dilahan masyarakat, pihak TNI melalui Koramil dan Babinsa tengah melakukan pemetaan. Sehingga pembuatan Blocking Kanal benar-benar mampu mengatasi Karlahut kedepan.

"Kita menginginkan tidak terjadi lagi kebakaran, sesuai dengan harapan pemerintah saat ini," ujar Murod terkait antisipasi Karlahut.

Tidak hanya itu, diakui Kasrem, selain pembuatan Blocking Kanal nantinya, tim gabungan TNI juga akan membuat sumur artesis serta embung (Waduk).(Adi)




Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

SHARE:
beritaTerkait
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru