Selasa, 08 September 2026 WIB

Kemenkominfo akan Bangun 23 Titik BTS di Perbatasan

- Jumat, 04 September 2015 13:31 WIB
900 view
Kemenkominfo akan Bangun 23 Titik BTS di Perbatasan
Ilustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Minimnya infrastruktur telekomunikasi di Kepulauan Meranti, menyebabkan sebagian besar desa di daerah ini masih tertinggal. Hingga kini, Jumat (4/9) masih 50 persen wilayah Kepulauan Meranti belum mendapat kemudahan jaringan telekomunikasi.

Salim, warga Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, berharap dengan pembangunan tower itu akan memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi atau mengakses informasi dari luar. Tidak hanya masih minim infrastruktur dasar, desa itu juga kesulitan mendapatkan jaringan telekomunikasi. Warga rela menempuh jarak jauh ke daerah lain untuk mendapatkan sinyal ponsel yang baik.

Hal ini juga dirasakan Syamsur, warga setempat, mengatakan bahwa beberapa warga memanfaatkan daerah pesisir pantai dengan jarak tempuh ratusan meter, hanya untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi.

"Jalan kaki sekitar 300 meter baru sampai lokasi sinyal," ungkapnya.

Menurut Syamsur, warga harus melintasi jalan setapak penuh semak belukar. Setibanya di lokasi, warga tidak bisa langsung mendapatkan sinyal. Harus mencari titik-titik sinyal dulu. Apabila sudah mendapat sinyal, warga mengaktifkan menu loudspeaker pada ponsel. Sebab, jika ponsel digerakkan sedikit saja, sinyal bisa langsung hilang.

Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kabid Kominfo) pada Dishubkominfo Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Ikram SAg SH.

"Jangkauan sinyal telekomunikasi dari fasilitas masing-masing perusahaan provider memang masih sangat terbatas. Permasalahan ini sering menjadi keluhan masyarakat, karena jaringan telepon seluler dan internet menjadi kebutuhan dalam pembangunan," ujarnya.

Dikatakan Syaiful juga, belum 50 persen dari total luas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang terjangkau oleh jaringan telekomunikasi, baik itu jaringan dari setiap provider telepon seluler, juga jaringan untuk internet.

"Sinyal provider telepon seluler masih terbagi dalam kelompok wilayah. Misalnya di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur yang lebih kuat adalah jaringan provider Indosat, sementara jaringan Telkomsel tidak terjangkau," ujarnya.

Sedangkan untuk jaringan internet, jelas Syaiful, hanya bisa dinikmati oleh warga yang berada di lima Kecamatan dari total 9 Kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti, itupun jaringan providernya hanya ada di wilayah Ibukota Kecamatan saja.

"Jaringan internet hanya bisa diakses di lima Kecamatan dan itu hanya di wilayah Ibukota Kecamatannya saja, yakni di Kecamatan Tebingtinggi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat dan Kecamatan Merbau," rincinya.

Meski Pemerintah Daerah membuka peluang dan memberikan kemudahan investasi, namun perusahaan provider jaringan telekomunikasi belum maksimal menangkap peluang tersebut, sehingga sampai kini masih banyak wilayah yang belum terjangkau sinyal provider seluler dan jaringan internet.

"Mungkin perusahaan provider masih mengkaji berbagai faktor, seperti lokasinya dan jumlah penduduk di wilayah itu, sebab yang namanya perusahaan tentu mempertimbangkan berbagai faktor, terutama masalah untung dan rugi," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lanjut Syaiful, pihak Kemenkominfo akan membangun 23 unit BTS (base transceiver station) di Meranti. BTS ini akan digunakan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan jaringan telepon seluler dan internet.

Penyediaan 23 BTS ini akan dilakukan untuk tahun anggaran 2016. Pemkab Meranti melalui Dishubkominfo pun sudah menetapkan lokasi untuk pembangunan 23 titik BTS tersebut.

"BTS ini akan kita sebar pada 23 desa di tiga kecamatan yang berada di daerah perbatasan yakni Kecamatan Rangsang, Kecamatan Rangsang Pesisir dan Kecamatan Pulau Merbau, terutama di desa-desa yang belum terjangkau jaringan telepon seluler," tambahnya.

Menurutnya, Pemkab Meranti telah berkoordinasi dengan kepala desa dan camat setempat untuk penyediaan tanah karena sesuai ketentuan, tanah lokasi BTS disediakan oleh Pemda setempat, "Kita juga diminta menyediakan genset untuk lokasi yang belum memiliki jaringan listrik PLN. Soalnya BTS inikan harus hidup terus," ujar Syaiful mengakhiri.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru