Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
TEMBILAHANTim gabungan mengerahkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit 18, Keluraha
Lingkungan
PARIS, Pesisirnews.com - Para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini menyampaikan terjadinya kenaikan suhu Bumi yang menghangat 1,5 derajat Celcius di atas tingkat abad ke-19.
Meski terlihat kecil, tetapi para ahli mengatakan kenaikan tersebut bisa menjadi malapetaka dan menjadi perbedaan antara hidup dan mati.
Dilansir dari channelnewsasia.com, Senin (4/10/2021), kenaikan 2 derajat Celcius suhu Bumi akan membuat terjadinya gelombang panas yang ekstrim lebih dari dua kali lipat. Seperempat miliar lebih orang akan menghadapi kekurangan air dan es di Samudra Arktik akan meleleh.
Baca Juga:
Meski telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Paris dari negara-negara yang berjanji untuk membatasi kenaikan suhu, namun suhu global sudah meningkat 1,1 derajat Celcius di atas patokan pra-industri, meski masih di bawah 2 derajat Celcius, dan sebaiknya pada 1,5 derajat Celcius.
Bahkan jika dipenuhi, janji saat ini untuk mengurangi emisi masih akan membuat planet ini memanas dengan "bencana" 2,7 derajat Celcius, menurut PBB.
Baca Juga:
Inilah yang dikatakan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB yang dapat kita harapkan di dunia yang memanas 1,5 derajat Celcius, 2 derajat Celcius, dan seterusnya.
[br]
Gelombang panas meningkat
Terjadinya peningkatan suhu Bumi akan membuat suhu maksimum di beberapa daerah akan meningkat tiga derajat jika iklim menghangat 1,5 derajat Celcius, empat derajat jika pemanasan global mencapai tanda 2 derajat Celcius.
Gelombang panas yang terjadi sekali dalam satu dekade hari ini, dan akan menjadi empat kali lebih mungkin pada 1,5 derajat Celcius, dan hampir enam kali lebih mungkin pada 2 derajat Celcius.
Peluang terjadinya musim panas ekstrem yang saat ini terlihat setiap 50 tahun sekali meningkat hampir sembilan kali lipat pada 1,5 derajat Celcius, dan 40 kali lipat di dunia pada 4 derajat Celcius.
Dampak berikutnya, lebih banyak orang yang akan terpapar gelombang panas ekstrem, setidaknya sekali setiap lima tahun melonjak dari 14 persen pada 1,5 derajat Celcius menjadi 37 persen dengan tambahan setengah derajat. (PNC/CNA)
TEMBILAHANTim gabungan mengerahkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit 18, Keluraha
Lingkungan
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membu
Lingkungan
Siak Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Ka
Lingkungan
Siak Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Ka
Lingkungan
Siak Polda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul munculnya hotspot dalam jumlah cukup tin
Lingkungan
PEKANBARU Viral di media sosial berujung ke ranah hukum. Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan PS sebagai tersangka dalam perkara
Hukrim
KATEMAN Pelaksana Harian (Plh) Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, S.Sos., M.Si., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hi
Artikel
PULAU BURUNG Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Keca
Artikel
TEMBILAHAN Pemanfaatan dan pemindahan aset Blade Server milik Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dibahas dalam rapat koordinasi y
Artikel
Kuansing Polres Kuantan Singingi bergerak menindaklanjuti informasi terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sung
Artikel