Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB

Tingkah Laku Harimau yang Memangsa Jumiati Warga Pelangiran Berubah, Ini Penyebabnya

- Kamis, 08 Maret 2018 11:35 WIB
1.281 view
Tingkah Laku Harimau yang Memangsa Jumiati Warga Pelangiran Berubah, Ini Penyebabnya

Pekanbaru, Pesisirnews.com - Harimau sumatera yang memangsa Jumiati, warga Desa Tanjung Simpang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, masih belum ditangkap oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Binatang buas itu kerap muncul di permukiman warga setempat. Bahkan, tim di lapangan yang berupaya menangkap juga sering bertemu harimau tersebut.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengungkapkan, harimau yang diduga memangsa Jumiati telah berubah tingkah lakunya.

Baca Juga:

"Dari hasil perjumpaan kita, diambil beberapa kesimpulan antara lain, dicurigai harimau sumatera yang memangsa warga (Jumiati) itu si Bonita yang kita beri nama sebelumnya dan berjenis kelamin betina," tutur Suharyono saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Dia mengatakan, harimau tersebut diamati secara terus menerus. Hal itu dilakukan untuk upaya observasi atau penyelamatan harimau.

Baca Juga:


Perubahan tingkah laku yang dialami Bonita, misalnya tidak takut dengan manusia dan sering mendekati kendaraan. Sebab, warga dan tim di lapangan sering bertemu dari jarak dekat.

"Dari keterangan ahli, Bonita berubah tingkah laku akibat pengaruh sistem syaraf dia," ujar Suharyono.

Kerja syaraf Bonita, sambung dia, terpengaruh penyakit yang mungkin terbawa karena sering memangsa ternak warga, seperti ayam, kambing dan anjing.

"Mungkin hewan yang dimangsa itu dalam kondisi tidak sehat, sehingga virusnya berimigrasi mengubah syarafnya," kata Suharyono.

Sementara itu, penangkapan ditargetkan tidak melukai ataupun membuat cacat si raja hutan tersebut.

Oleh karena itu, lima orang tim medis telah dikirim ke lokasi untuk melakukan upaya penangkapan.

"Sampai hari ini, tim medis telah melakukan evaluasi. Rencananya akan dibius. Bukan ditembak bius. Tapi dipancing dengan makanan yang diberi zat adiktif. Setelah harimaunya lemah, baru dilakukan suntik bius," jelas Suharyono.


Sumber Kompas.com 

SHARE:
beritaTerkait
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Maulid Nabi di Ponpes Yasin Al-Islami, Bupati Inhil Ajak Perkuat Akhlak Generasi Muda
komentar
beritaTerbaru