Jumat, 19 Juni 2026 WIB

Tingkah Laku Harimau yang Memangsa Jumiati Warga Pelangiran Berubah, Ini Penyebabnya

- Kamis, 08 Maret 2018 11:35 WIB
1.277 view
Tingkah Laku Harimau yang Memangsa Jumiati Warga Pelangiran Berubah, Ini Penyebabnya

Pekanbaru, Pesisirnews.com - Harimau sumatera yang memangsa Jumiati, warga Desa Tanjung Simpang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, masih belum ditangkap oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Binatang buas itu kerap muncul di permukiman warga setempat. Bahkan, tim di lapangan yang berupaya menangkap juga sering bertemu harimau tersebut.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengungkapkan, harimau yang diduga memangsa Jumiati telah berubah tingkah lakunya.

Baca Juga:

"Dari hasil perjumpaan kita, diambil beberapa kesimpulan antara lain, dicurigai harimau sumatera yang memangsa warga (Jumiati) itu si Bonita yang kita beri nama sebelumnya dan berjenis kelamin betina," tutur Suharyono saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Dia mengatakan, harimau tersebut diamati secara terus menerus. Hal itu dilakukan untuk upaya observasi atau penyelamatan harimau.

Baca Juga:


Perubahan tingkah laku yang dialami Bonita, misalnya tidak takut dengan manusia dan sering mendekati kendaraan. Sebab, warga dan tim di lapangan sering bertemu dari jarak dekat.

"Dari keterangan ahli, Bonita berubah tingkah laku akibat pengaruh sistem syaraf dia," ujar Suharyono.

Kerja syaraf Bonita, sambung dia, terpengaruh penyakit yang mungkin terbawa karena sering memangsa ternak warga, seperti ayam, kambing dan anjing.

"Mungkin hewan yang dimangsa itu dalam kondisi tidak sehat, sehingga virusnya berimigrasi mengubah syarafnya," kata Suharyono.

Sementara itu, penangkapan ditargetkan tidak melukai ataupun membuat cacat si raja hutan tersebut.

Oleh karena itu, lima orang tim medis telah dikirim ke lokasi untuk melakukan upaya penangkapan.

"Sampai hari ini, tim medis telah melakukan evaluasi. Rencananya akan dibius. Bukan ditembak bius. Tapi dipancing dengan makanan yang diberi zat adiktif. Setelah harimaunya lemah, baru dilakukan suntik bius," jelas Suharyono.


Sumber Kompas.com 

SHARE:
beritaTerkait
Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat  Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia
Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru