Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan
Indragiri Hilir Unit Reskrim Polsek Pelangiran berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu pada Jumat, 24 April 2026, s
Hukrim
Judul di atas sempat terbesit di pikiran penulis setelah mengikuti seminar bertajuk "Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara Untuk Dunia" yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM pada Jum'at 25 Januari 2019. Selain untuk mengemukakan penemuan riset mereka yang dituangkan dalam buku Dua Menyemai Damai Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Perdamaian dan Demokrasi, seminar ini juga dalam rangka mendukung dua organisasi Muslim Indonesia terbesar tersebut untuk meraih Nobel Perdamaian.
Dalam sambutannya, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono mengatakan bahwa proses transisi dan konsolidasi demokrasi dapat berjalan dengan baik di Indonesia berkat dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat madani yang digerakkan oleh NU dan Muhammadiyah.
Senafas dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir menceritakan bahwa Islam moderat ala Indonesia merupakan aset diplomasi yang sangat penting dalam pergaulan Indonesia dengan dunia global. Indonesia termasuk negara yang paling aktif mempromosikaninterfaith dialogue.
Baca Juga:
PBNU ketika masih dipimpin oleh KH. Hasyim Muzadi menginisiasiInternational Conference of Islamic Scholars(ICIS) pada tahun 2004 dan 2006 yang dihadiri peserta dari 53 negara untuk menyuarakan pesan-pesan damai Islam tatkala pandangan negatif atas Islam kian merebak pasca peristiwa WTC 11 September 2001.
Sementara itu, Prof. Din Syamsuddin yang merupakan Mantan Ketua PP Muhammadiyah pernah ditunjuk sebagai PresidenWorld Conference on Religion for Peace(WCRP), sebuah organisasi lintas iman bergengsi di tingkat global. Fachir juga mengisahkan bahwa kini di Afghanistan sudah berdiri NU. Begitu juga Muhammadiyah yang sudah meluaskan perannya di Filipina dan Thailand.
Baca Juga:
Dari kelompok Muhammadiyahkeynote speechdisampaikan oleh Buya Syafii Ma'arif. Menurut Buya, kalangan Muslim moderat harusspeak up!. "Jangan sampai yang waras mengalah nanti kita didominasi oleh orang yang tidak waras," pungkas beliau. Buya juga menegaskan agar kita mengantisipasi jangan sampai terjadi "pembusukan peradaban" di tanah air kita.
Yahya Cholil Staquf sebagai representasi dari NU menyampaikan bahwa Pancasila dan NKRI sudah menjadi konsensus para ulama danumaropendiri bangsa. "Meski dari perspektif Islam yang sangat ortodoks tidak ada ayat atau hadis yang menyebut secara literal "persatuan Indonesia" atau "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan", tetapi ini sudah menjadi konsensus yang harus kita jaga," tegas beliau.
Empat pembicara lainnya, yaitu Prof. Azyumardi Azra, Dr. Jose Manuel Ramos Horta, Prof. Dr. Mark Woodward, dan Tim Riset PSKP, juga bersepakat atas besarnya peran NU dan Muhammadiyah. "Dari segi pendidikan, ada sekitar 24 ribuan pesantren yang sebagian besarnya berada di bawah naungan NU. Begitu juga Muhammadiyah, ada 15 ribuan sekolah dan 954 perguruan tinggi yang dikelola," kata Azra, "yang kesemua ini mengajarkan model Islamwasathiyyah(moderat)."
Ketika para peneliti sudah mengemukakan begitu besarnya jasa kedua organisasi ini, maka apa yang akan terjadi jika seandainya kedua organisasi ini tidak pernah hadir di bumi nusantara? Yang terjadi adalah tidak akan ada cerita optimistik seperti yang digambarkan di atas.
Bisa saja Indonesia akan mengalami huru-hara, konflik berdarah, lalu hancur lebur seperti yang terjadi di Timur Tengah atau mengalami apa yang disebut oleh Buya Syafii Ma'arif sebagai "pembusukan peradaban". Tanpa peran NU dan Muhammadiyah, sebagian oknum akan terus mempertentangkan antara nasionalisme dan keislaman yang bisa memicu tercabik-cabiknya kebinekaan. Tanpa kehadiran NU dan Muhammadiyah, bisa saja Indonesia bubar di tahun 2030 mendatang.
Sebelum menutup orasinya, Fachir mengatakan bahwa lebih dari 41% warga Amerika Serikat melihat Islam sebagai agama yang mendorong kekerasan. Ini adalah panggilan bagi NU dan Muhammadiyah yang telah berjasa di lingkup nasional agar segera mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi dan menampilkan kepada duniathe smiling face of Islam, wajah Islam nan tersenyum manis.
Kepada para pendiri NU dan Muhammadiyahlahum al-fatihah.
Indragiri Hilir Unit Reskrim Polsek Pelangiran berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu pada Jumat, 24 April 2026, s
Hukrim
INDRAGIRI HILIR Upaya memperkuat sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum terus didorong di Kabupaten Indragir
Advertorial
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di w
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu dalam r
Hukrim
Indragiri Hilir Jajaran Polsek Kateman berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah huk
Hukrim
Indragiri Hilir Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, Polres Indragiri Hilir melalui Sat
Artikel
Indragiri Hilir Jajaran Polsek Tempuling berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabusabu di wilayah Kelurahan S
Hukrim
Indragiri Hilir Polsek Kateman jajaran Polres Indragiri Hilir menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencurian sarang buru
Hukrim
Indragiri Hilir Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Antik, Polsek Gaung menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan
Artikel
Jakarta, 18 April 2026 Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan n
Nasional