Kamis, 10 September 2026 WIB

Sulit Memperoleh F-16 dari AS, Turki Pertimbangkan Membeli Jet Tempur China dan Rusia

- Senin, 06 Maret 2023 15:11 WIB
1.852 view
Sulit Memperoleh F-16 dari AS, Turki Pertimbangkan Membeli Jet Tempur China dan Rusia
Jet tempur Chengdu J-20 generasi terbaru buatan China yang lebih murah dibanding jet tempur Lockheed F-35 buatan AS. (Kredit via Business Insider)

ANKARA (Pesisirnews.com) - Pada April 2021, Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Turki dari program pembangunan F-35 setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Sebagai gantinya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki telah menerima tawaran dari AS untuk membeli jet F-16, yang berada satu generasi di belakang F-35.

Tetapi, pada akhir Februari, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa negaranya tidak dapat menjual jet tempur F-16 ke Turki tanpa persetujuan dari Kongres AS.

Baca Juga:

Ketidakjelasan sikap AS untuk melepas F-16 ke Turki, membuat Ankara meninjau kembali keinginannya untuk membeli pesawat tempur buatan AS itu.

Karena itu, Turki kemungkinan akan membatalkan keputusannya untuk membeli jet tempur F-16 dari AS.

Baca Juga:

Alasannya, Ankara telah melihat beberapa pilihan pesawat tempur lain yang lebih modern dan dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Kepresidenan Turki, Cagri Erhan, dalam wawancara dengan kantor berita Sputnik, yang dilansir Senin.

Dia yakin Pemerintah Turki telah melakukan kesalahan dengan mengajukan pembelian F-16 ke Washington DC, yang sampai hari ini masih ditolak Kongres AS dengan alasan yang tidak jelas.

“Saya percaya bahwa setelah gempa bumi (Februari lalu), Turki akan menyerah meminta F-16 karena paket biayanya mencapai 20 miliar dolar AS,” kata Erhan.

Lagi pula, teknologi F-16 saat ini sudah ketinggalan zaman dan dianggap tidak dapat bersaing dengan jet-jet lain dengan teknologi terbaru.

[br]

Erhan menyebut, Turki harus segera membuat keputusan untuk mencari pengganti F-16 ke yang lain.

“Sekarang kami memiliki opsi lain seperti jet China yang dijual ke Pakistan, jet Rusia dan juga jet Eurofighter,” kata Erhan.

Sebelumnya, pada 18 Januari, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan negaranya berharap dapat mengatasi kesulitan pembelian F-16 dengan Washington DC.

Ankara menegaskan bahwa pembelian itu sejalan dengan kepentingan strategis bersama antar kedua negara.

Namun, Kongres AS telah memperdebatkan apakah akan memasukkan pembatasan penjualan jet tempurnya ke Turki dalam anggaran pertahanan tahunannya untuk tahun fiskal 2023, yang hingga kini belum menghasilkan persetujuan.

Sementara, Departemen Luar Negeri AS telah berusaha meyakinkan anggota parlemen bahwa kesepakatan itu (penjualan F-16 ke Turki) sejalan dengan kepentingan Washington DC.

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen
Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
Kualitas Udara Inhil Tidak Sehat, Disdik Sesuaikan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah
komentar
beritaTerbaru