Rabu, 23 September 2026 WIB
Yusri Ihza Mahendra

Ketum PBB Sekaligus Pengacara Siap untuk Menjadi Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab

Haikal - Sabtu, 10 November 2018 00:56 WIB
615 view
Ketum PBB Sekaligus Pengacara Siap untuk Menjadi Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab
JAKARTA -- Pakar hukum, pengacara, sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengaku siap menjadi kuasa hukum Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di Arab Saudi. Rizieq kembali menjadi buah bibir gara-gara kasus bendera hitam yang menempel di rumahnya di Mekkah.

Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)
Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)

Kami sudah menyampaikan pesan Ketua Umum PBB (Yusril) yang siap membela HR (Habib Rizieq) demi keadilan dan kepastian hukum," kata Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer, di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sebelumnya, Rizieq didatangi aparat Kepolisian Mekkah karena kasus pemasangan bendera hitam yang mengarah pada simbol gerakan ekstremis. Bendera tersebut terpasang pada dinding bagian belakang rumah yang ditinggali Rizieq di Mekkah.

Menurut Yusril, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, baik di dalam maupun di luar negeri. Menurut Kementerian Luar Negeri, Pemerintah RI telah memberikan perlindungan kepada Rizieq sebagai WNI dan mendampinginya hingga bebas.

Baca Juga:

Yusril mengaku dirinya bersama rekannya, MS Kaban, sempat mampir ke rumah Rizieq di Mekkah saat melaksanakan umrah pada 29 September 2018 hingga 6 Oktober 2018 lalu. Pertemuan terjadi pada 3 Oktober 2018. Dirinya mengaku dapat bersilahturahmi secara langsung dengan pemimpin FPI itu di rumahnya.

Kondisi rumah beliau dari kota Mekkah sekitar 15 menit perjalanan kendaraan. Sesampainya di rumah beliau, saya dan Pak Kaban memencet bel yang ada interkom videonya," katanya.

Baca Juga:

Ketika sampai di kediaman RS, dirinya juga sempat memperhatikan suasana di sekitar rumah. Dalam pengamatannya, sama sekali tidak ada pemasangan bendera atau spanduk spanduk tauhid.

"Makanya ketika ada berita bendera tauhid di pagar rumah beliau, saya jadi ingat berita bahwa HRS dikerjain lagi. Saya sebagai Sekjen PBB mengimbau agar pihak manapun setop kriminalisasi kepada semua warganya," katanya.(solopos.com)

SHARE:
beritaTerkait
Tabligh Akbar bersama UAS di Kapolres Rokan Hilir
Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi
Bupati Inhil Sambut Kunjungan Kerja Kajati Riau, Sinergi Antarlembaga Diperkuat
Rekonstruksi Jalan Sanglar–Kotabaru Terus Dikebut, Material Mulai Dimobilisasi
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Seorang Perempuan Diamankan
komentar
beritaTerbaru