Jumat, 09 Oktober 2026 WIB

Bermula Dari Tes Urine Kopral

Pengungkapan Jaringan Narkoba Oknum Kostrad
- Selasa, 01 Maret 2016 11:55 WIB
1.524 view
Bermula Dari Tes Urine Kopral
detik
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
PESISIRNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan keseriusannya dalam membersihkan TNI dari pengaruh narkoba. Gatot menuturkan, semua berawal dari tes narkoba yang dilakukan pada seorang prajurit TNI berpangkat kopral.

"Kita dapat satu kopral terindikasi dari urinenya positif. Kita interogasi dalam waktu seminggu di Kostrad bisa mengembangkan sampai 18 orang. 18 orang begitu ditangkap, tes urine dikembangkan lagi. Jadi kita dari dalam sendiri," terang Gatot di Monas, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Dia menjelaskan, pihak TNI memang bekerjasama dengan BNN melakukan tes urine secara random.

"Iya, tapi tidak semua prajurit random saja. Karena kalau semuanya biayanya nggak ada, Mahal," urai dia.

Gatot menegaskan, bagi prajurit yang positif akan diperiksa. Bila ditemukan indikasi pelanggaran hukum akan diproses.

"Pemecatan semuanya harus melalui proses hukum, kalau indikasi kan tidak bisa. Setelah kita pastikan dia bersalah kemudian di pengadilan memutuskan maka komandan satuan menambahkan hukuman tambahan yaitu pemecatan. Mengapa pemecatan? Karena TNI itu diorganisir, dilatih, dipersenjatai untuk membunuh. Kalau dia sudah kena narkoba nggak bisa lagi. Kita nggak mau mengambil resiko apapun juga. Lebih baik dia dipecat sehingga benar-benar bersih," tutup dia.

Sumber: Detikcom

SHARE:
Tags
beritaTerkait
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
Polsek Kateman Ungkap Dugaan Peredaran Narkotika, Satu Pria Diamankan Bersama Ekstasi dan Etomidate
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Seorang Perempuan Diamankan
Wabup Inhil Sambut Tim Mabes TNI, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
Monyet Liar Resahkan Warga Parit 13 Tembilahan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Inhil Bergerak Cepat
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
komentar
beritaTerbaru