Senin, 28 September 2026 WIB

Habib Bahar bin Smith resmi ditahan dalam kasus penganiayaan anak

Haikal - Rabu, 19 Desember 2018 19:20 WIB
968 view
Habib Bahar bin Smith resmi  ditahan dalam kasus penganiayaan anak
Penceramah

Bahar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap MK Zaki (17) dan CAJ (18). Ia dijerat Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara antara lima tahun hingga maksimal 12 tahun.

"Sudah ditahan di Mapolda Jabar mulai tadi," kata Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, saat jumpa pers di Mapolda Jabar, seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, untuk BBC News Indonesia.

Menanggapi penahanan kliennya, kuasa hukum Bahar Smith, Azis Yanuar mengatakan pihaknya telah menyiapkan surat penangguhan penahanan.

Baca Juga:

"Kita sudah siapkan surat untuk tidak ditahan. Surat jaminan juga sudah kita siapkan. Kita juga meminta pihak kepolisian menyamakan klien kami dengan pihak-pihak lain yang kasusnya mirip dengan klien kami terkait konstelasi politik, seperti Ade Armando, Viktor Laiksodat, Sukmawati, Abu Janda.

"Kita minta proporsional dimana mereka juga tidak ditahan dan kami sangat kooperatif beberapa kali dipanggil kita datang," kata Azis Yanuar usai pemeriksaan.

Baca Juga:

Azis menyatakan kondisi kliennya dalam keadaan sehat dan menghormati proses hukum.

"Klien saya sabar, tegar, siap terhadap segala konsekuensi yang akan dia hadapi sebagaipublic figure," katanya.

'Penganiayaan di pesantren'

Sejak siang, penceramah asal Manado itu dikawal ketat aparat kepolisian, serta massa pendukungnya yang sebagian menggunakan baju bertuliskan pembela ulama. Ia masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.30 WIB.

Bahar didampingi penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum FPI, Munarman.

Image copyrightJULIA ALAZKA UNTUK BBC NEWS INDONESIAProtes
Image captionPuluhan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jabar untuk mendukung Bahar Smith yang mereka sebut sebagai "guru kita".

Sebelumnya saat ditanya wartawan apakah siap menjalani pemeriksaan, ia menjawab singkat, "Alhamdulilah siap," katanya.

Bahar diperiksa setelah dilaporkan ke Polres Bogor atas kasus dugaan penganiayaan terhadap dua orang anak. Penganiayaan itu diduga terjadi pada Sabtu 1 Desember 2018 di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahar dijerat atas dugaan pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan/atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak, dan dibidik dengan pasal 170 KUHP dan/atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Image copyrightJULIA ALAZKA UNTUK BBC INDONESIABahar bin Smith di Bandung
Image captionBahar juga telah ditetapkan tersangka dalam kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Bahar juga diperkarakan dalam kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

Bareskrim Polri telah menetapkan Bahar sebagai tersangka di Bareskrim Polri pada 6 Desember 2018. Pasal yang disangkakan ke Bahar adalah Pasal UU tahun 2008 terkait penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Ia dilaporkan setelah dalam salah satu ceramahnya ia antara lain mengucapkan bahwa Presiden Jokowi adalah 'banci,' yang 'kalau dibuka celananya..." akan terlihat bahwa ia 'mungkin sedang haid...'

Ia juga mengatakan dalam ceramah itu bahwa Jokowi hanya menguntungkan orang keturunan Cina.

Sumber
: BBC Indonesia
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perkuat Layanan Kesehatan Anak, Bupati Herman Apresiasi Program I-CARE IDAI Riau
Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM
Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi
Bupati Inhil Sambut Kunjungan Kerja Kajati Riau, Sinergi Antarlembaga Diperkuat
komentar
beritaTerbaru