Senin, 11 Mei 2026 WIB

Ini Efeknya Jika Sering Sebut si Kecil "Anak Papa" atau "Anak Mama"

- Kamis, 05 November 2015 12:31 WIB
1.671 view
Ini Efeknya Jika Sering Sebut si Kecil
JAKARTA, PESISIRNEWS.COM - Terkadang, tanpa disadari, ayah atau ibu melontarkan kalimat yang tak langsung menyebut bahwa si kecil lebih condong pada salah satu orang tua. Misalnya saja 'si adek ini emang anak papanya, dekat banget sama papanya' atau 'memang dia ini anak mamanya'. Nah, bolehkan orang tua melontarkan kalimat seperti itu?

"Tidak, tidak boleh shaping. Kan memang hati anak yang merasakan ya, jadi dia bisa merasa dia nyaman dengang siapa," tutur psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, dari RaQQi - Human Development & Learning Centre saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (5/11).

Memang, ketika anak lebih dekat dengan salah satu orang tua, terkadang kondisi itu bisa menjadi tantangan tersendiri bagi salah satu pihak yang tidak terlalu dekan dengan anak. Dengan sering melontarkan kalimat yang seakan menunjukkan si kecil hanya anak salah satu pihak saja, menurut Ratih bisa membuat anak berpikir bahwa dia hanya anak mama atau papanya saja. Padahal, seharusnya salah satu pihak yang tidak terlalu dekat dengan anak terus berusaha untuk menjadi sosok yang baik.

"Evaluasi selama ini respons dia sama si anak gimana. Kalau mamanya diajak ngomong tapi asyik main gadget, tapi kalau sama papanya anak ngomong ditanggapi, ditanyai, wajar anak lebih nyaman dan dekat dengan papanya. Tapi, ingat, dekat dengan salah satu orang tua bukan berarti tidak sayang. Bedakan antara closeness dan feel love," tutur pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Kedekatan anak dengan salah satu orang tua menurut Ratih memang ada sedikit hubungannya dengan siapa anak lebih menurut. Sebab, biasanya anak lebih mendengarkan omongan sosok yang lebih dekat atau lebih asyik untuknya.

Dihubungi terpisah, psikolog dari Teman Hati Konseling, Ajeng Raviando menuturkan wajar adanya ketika anak lebih dekat dengan salah satu orang tua. Namun, tetap saja orang tua harus menanamkan peran keduanya kepada anak.

"Tapi ada juga karena misalnya dia mirip jadi dibilang anak mama atau anak papa. Asal nggak membuat anak jadi terlalu dekat dan jadi nggak peduli dengan salah satu orang tuanya sih nggak masalah. Cuma untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, orang tua harus saling kerja sama aja," kata Ajeng.

Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jaksa Agung Minta Jajaran Pelajari dan Pahami Pelaksanaan KUHP Baru di Masa Transisi
Otoritas Kesehatan Cina Perkenalkan Tes Swab Covid-19 Lewat Dubur, di Klaim Lebih Efektif
komentar
beritaTerbaru