Atasi Filariasis, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab
- Jumat, 02 Oktober 2015 18:07 WIB
472 view
Siklus Filariasis
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, memberikan obat pencegahan penyakit Filariasis (Kaki Gajah) kepada 13.172 jiwa di Kecamatan Pulau Merbau, Meranti. Hal ini dilakukan mengingat Kecamatan tersebut merupakan endemik kaki gajah.
Kepala Bidang Pengawas Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Diskes Meranti, dr Ria Sari, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa di Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 40 orang warga yang terjangkit penyakit Kaki Gajah.
"38 penderita terdapat di Kecamatan Pulau Merbau, 19 diantaranya sudah termasuk dalam kategori kronis, sisanya masih klinis. Sedangkan dua penderita lainnya terdapat di Kecamatan Tebingtinggi dan Tasik Putri Puyu," urainya.
Menurut Ria, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu sangat rentan menular ke orang lain. Oleh karena itu, ia menghimbau agar masyarakat segera meminum obat yang telah disediakan di setiap Puskesmas atau Posyandu di daerahnya masing-masing.
Ia juga menjelaskan, jika penyakit ini sangat berbahaya, meskipun tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika si penderita telah terjangkit Kaki Gajah kronis, kaki si penderita sulit untuk ditangani secara medis. Sementara untuk pengobatan penderita Kaki Gajah klinis bisa sembuh total, jika si penderita segera mengkonsumsi obat DEC dan Albendazole.
Dijelaskan Ria lagi, penularan penyakit Kaki Gajah ini ditularkan nyamuk yang terinfeksi lava Filariasis. Tidak seperti Malaria dan Demam Berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
"Sebab, cacing Filariasis itu sudah masuk ke pembuluh Lim atau dikenal juga kelenjar getah bening, kalau sudah kronis, penderitanya akan cacat permanen. Makanya segera minta obatnya, gratis kok," ujarnya.(Adi)