Senin, 11 Mei 2026 WIB

Hampir Dua Pekan, Kabut Asap Masih Selimuti Meranti

- Jumat, 11 September 2015 14:06 WIB
787 view
Hampir Dua Pekan, Kabut Asap Masih Selimuti Meranti
Tampak kabut asap menyelimuti ruas jalan di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Jumat (11/9) pagi

MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Polusi kabut asap terus menyelimuti Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti hampir dua pekan ini. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas warga mulai terganggu.

Tidak heran, jika kesibukan masyarakat Meranti, khususnya di Kota Selatpanjang saat pagi hari, seperti mengantar anak sekolah, pergi bekerja, dan urusan lainnya, diiringi dengan lampu kendaraan yang menyala.

Berdasarkan pantauan PESISIRNEWS di lapangan, Jumat (11/9) kabut asap yang mencemari ruang udara sejumlah kawasan di Kota Selatpanjang masih belum begitu tebal, namun juga membuat mata pedih. Meski belum menganggu aktivitas masyarakat, kabut asap yang tebarannya cenderung bertambah pekat.

Baca Juga:

Salah seorang warga, Wan (19) mengaku dampak kabut asap mulai menggangu aktivitas kerjanya. Ia mengatakan jika terlalu lama di luar rumah maka akan menyebabkan matanya menjadi perih serta kesulitan untuk bernafas.

"Kualitas udara di Kota Selatpanjang kian memburuk, dan ini sangat mengganggu sistem pernafasan," terangnya.

Baca Juga:

Dikatakannya juga, selain menggangu sistem pernafasan, juga dapat membuat jarak pandang pengendara terbatas, "Dengan kondisi yang seperti itu, kita harus lebih berwaspda dan berhati-hati, karena jarak pandang yang terbatas bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," tutur Wan.

Menanggapi hal ini, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang selama ini sudah melakukan pencegahan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) agar terus dipertahankan.

"Apabila menemukan ada titik api, segera laporkan kepada pihak terkait, untuk mencegah hal tersebut," terangnya.

Lanjut Pandra, mari kita bekeja sama dengan unsur Pemerintahan, Desa, dan lapisan masyarakat untuk mengatasi darurat asap ini.

"Kita lihat sendiri, sampai saat ini bencana kabut asap terus menyelimuti, walaupun daerah kita nihil titik api, tetapi dampak dari kebakaran ini mengakibatkan lumpuhnya transportasi udara, darat, dan yang terpenting menggangu sistem pernafasan," ungkapnya.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Pelangiran Bersama Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Hidayah
Polsek Tembilahan Hulu Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Barang Bukti Sabu 7,52 Gram
Polsek Enok Kembali Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Dua Tersangka Diamankan
Temui Menko Pangan Zulhas, Bupati Inhil Paparkan Potensi “Negeri Hamparan Kelapa Dunia” dan Dorong Penetapan Harga Minimum Kelapa
Polsek Tempuling Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Empat Orang Diamankan
Polsek Enok Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pelaku Diamankan
komentar
beritaTerbaru