MERANTI, PESISIRNEWS.COM -
Polusi kabut asap terus menyelimuti Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti
hampir dua pekan ini. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas warga mulai
terganggu.
Tidak heran, jika kesibukan masyarakat Meranti, khususnya di Kota
Selatpanjang saat pagi hari, seperti mengantar anak sekolah, pergi
bekerja, dan urusan lainnya, diiringi dengan lampu kendaraan yang
menyala.
Berdasarkan pantauan PESISIRNEWS di lapangan, Jumat (11/9) kabut asap
yang mencemari ruang udara sejumlah kawasan di Kota Selatpanjang masih
belum begitu tebal, namun juga membuat mata pedih. Meski belum menganggu
aktivitas masyarakat, kabut asap yang tebarannya cenderung bertambah
pekat.
Baca Juga:
Salah seorang warga, Wan (19) mengaku dampak kabut asap mulai
menggangu aktivitas kerjanya. Ia mengatakan jika terlalu lama di luar
rumah maka akan menyebabkan matanya menjadi perih serta kesulitan untuk
bernafas.
"Kualitas udara di Kota Selatpanjang kian memburuk, dan ini sangat mengganggu sistem pernafasan," terangnya.
Baca Juga:
Dikatakannya juga, selain menggangu sistem pernafasan, juga dapat
membuat jarak pandang pengendara terbatas, "Dengan kondisi yang seperti
itu, kita harus lebih berwaspda dan berhati-hati, karena jarak pandang
yang terbatas bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," tutur
Wan.
Menanggapi hal ini, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra
Arsyad SH MSi, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang selama ini
sudah melakukan pencegahan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
agar terus dipertahankan.
"Apabila menemukan ada titik api, segera laporkan kepada pihak terkait, untuk mencegah hal tersebut," terangnya.
Lanjut Pandra, mari kita bekeja sama dengan unsur Pemerintahan, Desa, dan lapisan masyarakat untuk mengatasi darurat asap ini.
"Kita lihat sendiri, sampai saat ini bencana kabut asap terus
menyelimuti, walaupun daerah kita nihil titik api, tetapi dampak dari
kebakaran ini mengakibatkan lumpuhnya transportasi udara, darat, dan
yang terpenting menggangu sistem pernafasan," ungkapnya.(Adi)