Rabu, 09 September 2026 WIB

Warga Bukit Timah Tanam Pohon Pisang di Badan Jalan

- Minggu, 14 Juni 2015 20:32 WIB
811 view
Warga Bukit Timah Tanam Pohon Pisang di Badan Jalan
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Warga Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan melakukan aksi protes terkait kerusakan jalan Abdul Rafkan di Kilometer 3. Aksi protes dilakukan dengan menanam batang pohon pisang di sepanjang jalan tersebut, terutama pada titik-titik jalan yang rusak.

"Aksi tanam pohon pisang ini sebagai bentuk protes warga karena jalan Abdul Rafkan yang sudah cukup lama rusak, tidak juga ada perbaikan," kata Iwan, tokoh masyarakat tempatan Minggu (14/6/2015).

Iwan menyatakan, pengajuan perbaikan jalan Karang sudah berkali-kali dilakukan kepada Pemerintah melalui Dinas Bina Marga, namun tidak pernah ada tanggapan sampai saat ini, padahal banyak dari pejabat Pemerintah Kota Dumai maupun Dewan Perwakilan Rakyat yang menjabat kini sempat menjanjikan perbaikan jalan dan pemerataan pembangunan dikampung mereka sebelum terpilih.

"Jalan Abdul Rafkan Kilometer tiga ini termasuk jalan Akses utama ke fasilitas umum yang juga milik Pemerintah, seperti Puskekel, makanya usulan perbaikan kita ajukan ke pejabat terpilih yang memberikan janji. Tapi sampai hari ini nihil, dan kenyataannya mereka memberikan janji hanya untuk mendulang suara," ungkapnya.

Yang lebih ironis, lanjut Iwan, beberapa waktu lalu ada pekerjaan perbaikan jalan dengan pengaspalan, sayangnya bukan untuk perbaikan jalan Abdul Rafkan, melainkan untuk ruas jalan lain yang tidak jauh dari jalan Abdul Rafkan, yang menuju ke arah komplek perumahan Bukit Datuk.

"Warga sudah berharap banyak, proyek pengaspalan itu untuk Jalan Abdul Rafkan. Tapi ternyata proyek itu dilakukan di Jalan yang menuju perumahan Pertamina, tidak jauh dari Jalan Abdul Rafkan. Inilah yang membuat warga kesal dan melakukan protes itu," tegasnya.

Iwan memastikan, aksi yang dilakukan sejak Minggu pagi (14/6) itu murni sebagai bentuk protes terhadap pemerintah agar secepatnya melakukan perbaikan jalan Abdul Rafkan.

"Aksi warga murni sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah. Warga kompak menanam puluhan batang pohon pisang dan setelah itu ditinggalkan. Tidak ada tendensi apapun," pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, para pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tetap berupaya melintasi jalan tersebut, meski di beberapa titik yang rusak ditanami batang pohon pisang, termasuk di depan Puskekel. (via)

SHARE:
beritaTerkait
Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Paparkan Gotong Royong Tangani Karhutla
Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
komentar
beritaTerbaru