Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Diro Mengehembuskan Nafas Terakhir Setelah Koma 24 Jam

- Selasa, 02 Juni 2015 18:21 WIB
930 view
Diro Mengehembuskan Nafas Terakhir Setelah Koma 24 Jam
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Diro (38) warga Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/5) sekitar pukul 22:00 Wib, akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Setelah mengakhiri hidupnya Sabtu (30/5), dengan cara gantung diri di pohon Mahoni dengan ikat pinggang yang ia kenakan, namun aksinya sempat digagalkan oleh seoarang warga.

Informasi terakhir yang diperoleh dari Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Meranti M Mahdi, Senin (1/6/2015), mengatakan bahwa setelah mendapatkan perawatan di RSUD Selapanjang karena koma atas kejadian itu, akhirnya Diro meninggal dunia pada pukul 10.00 Minggu malam kemarin. Dijelaskan Mahdi, setelah disholatkan jasad Diro pada Senin pagi, rencananya akan dikebumikan di taman pemakaman umum di jalan Baru Banglas, Selatpanjang, "Mungkin habis sholat dzuhur ini akan dimakamkan," terangnya.

Pemakaman yang dilakukan pihak Dinas Sosial karena keluarga Diro tidak berhasil ditemukan meskipun sudah koordinasi dengan pihak Kepolisian. Sementara biaya pemakaman jenazah Diro kata Kepala Dinsosnakertran Meranti, H Izhar ditanggung oleh Dinas Sosial, "Kalau soal biaya pemakaman pihak Dinas sosial akan memfasilitasi," katanya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad, melalui Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade Rukmayadi mengatakan, sebelumnya Sabtu (30/5) Diro tiba-tiba memanjat pohon dan ingin menggantungkan lehernya. Saat aksi nekatnya dilakukan di jalan Merdeka, Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, sekitar pukul 16.00 WIB berhasil digagalkan warga.

Ikat pinggang yang digantungkan ke lehernya sendiri oleh Diro berhasil dipotong warga. Kemudian ia terjatuh dari atas pohon itu sekitar 2,5 meter, dan akhirnya mengalami luka di kepala. Hingga diboyong warga ke RSUD.

Ade menjelaskan, dari fotokopi buku nikahnya, yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gubug, Purworejo, Jawa Tengah bernomor 489 / 13 / VIII / 2002, Diro merupakan kelahiran 22 Juli 1977 di Purworejo. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Kustontiniyah. Nama ayah Diro yakni Harjo Winario. Dalam buku nikah ini juga Diro dicatat sebagai pekerja swasta, namun tidak dijelaskan secara detail perusahaan mana Diro bekerja. (Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Virtual
Wakapolres Inhil Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Batang Tuaka, Wujudkan Kehadiran Negara di Wilayah 3T
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
komentar
beritaTerbaru