MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Akibat minimnya fasilitas penunjang, keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) di Kepulauan Meranti saat ini belum berfungsi maksimal, meski telah terbentuk sejak tahun 2011 silam.
Ketua PMI Kepulauan Meranti, H Zubiarsyah MS, SH, melalui kepala Markas Muhammad Rusdi SE, Jumat (31/7) kemarin mengatakan bahwa hingga saat ini PMI Meranti belum bisa berfungsi maksimal, hal ini dikarenakan minimnya fasilitas penunjang.
"Saat ini PMI Meranti belum bisa berfungsi maksimal, dikarenakan belum mempunyai fasilitas seperti tenaga medis labor dan bank darah, dan PMI hanya menyediakan data golongan pendonor bagi para pasien yang memerlukan golongan darah tertentu yang bersifat relawan." kata Rusdi.
Baca Juga:
Ia juga mengharapkan dukungan Pemkab Meranti terhadap keberadaan PMI tersebut, agar dapat dimanfaatkan sebagaimana lazimnya.
"Kami juga pernah meminta kepada Pemkab Meranti untuk mengelola Bank darah sendiri, namun upaya itu belum ada titik terang. saat ini kebutuhan darah ditanggani pihak RSUD, namun tidak bisa menyimpan darah terlalu lama dengan stok yang banyak karena hanya bank darah di RSUD hanya bertahan 1 bulan dengan kapasitas 30 kantong. jadi stoknya hanya alah kadar," ungkap Rusdi.
Baca Juga:
Jika pasien membutuhkan darah dan sulit didapatkan. Akibatnya tak jarang pasien yang harus mendapatkan tindakan operasi terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain. Lebih jauh diuraikannya, pemerintah kabupaten harus mendukung sepenuhnya peralatan yang dibutuhkan, sehingga PMI bisa beroperasi sebagaimana diharapkan.
Dengan ketersediaan berbagai peralatan itu, baru kemudian unit donor darah dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan fungsi dan perannya. Mulai dari menerima sumbangan darah dari masyarakat atau badan maupun golongan lalu memprosesnya kemudian bisa diberikan kepada rumah sakit atau pasien yang membutuhkan.
"Pada tahun 2016 mendatang kami mentargetkan PMI Meranti bisa beroperasi sebagaimana mestinya dengan peralatan yang memadai," pungkas Rusdi seraya berharap.(Adi)