Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

SBG Ini Terpaksa Jual Peralatan Sanggar untuk Bayar Utang

- Rabu, 04 November 2015 13:35 WIB
541 view
SBG Ini Terpaksa Jual Peralatan Sanggar untuk Bayar Utang
Ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi S Sos.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Ketua Sanggar Bathin Galang (SBG) Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Sopandi S. Sos, berencana akan menjual alat sanggarnya untuk menutupi segala utang yang ditanggung panitia usai kegiatan Bokor River International Reggae Festival 2015, yang digelar pada Oktober kemarin.

"Kami berencana menjual sound sistem lengkap dengan kibotnya seharga 80 juta rupiah, karena hanya dengan cara inilah kami bisa menutupi utang sebesar 120 juta Rupiah yang ditanggung panitia usai ivent bertaraf internasional itu digelar. Nanti, kalau sudah ada anggaran berlebih baru kita beli peralatan sanggar yang baru. Yang terpenting saat ini bagaimana semua utang-utang itu tertutupi," ujarnya Rabu (4/11).

Menurut Sopandi, sebenarnya persoalan yang semacam itu tidak akan muncul jika para sponsor dalam kegiatan tersebut benar-benar berkomitmen membantu, seperti janji semula. Namun, persoalanya malah menjadi lain setelah kegiatan usai dilaksanakan. Seakan janji tinggal janji, sehingga panitia harus terus berjuang menutupi semua persoalan yang ada.

"Kami juga mengerti dengan kondisi mereka (para sponsor), mungkin sekarang lagi sibuk masalah asap. Dan kami juga tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, cuma berharap mereka komitmen saja dengan janjinya. Tapi utang-utang ini harus cepat ditutupi jika tidak akan muncul masalah lain. Bagi pihak mana pun yang bersedia membeli peralatan tersebut, bisa langsung menghubungi kami," sebut dia dengan raut wajah kebingungan.

Salah seorang tokoh pemuda yang juga berprofesi sebagai wartawan, Syawaludin yang turut hadir dalam pertemuan tersebut benar-benar mengaku salut dengan perjuangan SBG. Dia menilai, masalah yang seperti itu sebenarnya tidak bisa dipandang sebagai masalah pribadi atau kelompok, melainkan masalah bersama. Karenanya, semua pihak, terlebih Pemkab Meranti juga harus ikut mencari solusinya.

"Coba bayangkan kalau kegiatan itu gagal, siapa yang malu, ya... pasti kita semua, karena kegiatan yang digelar di Bokor selama ini semata-mata untuk mempromosikan daerah bukan untuk kepentingan pribadi atau sanggar. Dan melalui kegiatan seperti itu juga Meranti bisa dikenal para wisatawan asing," sebut dia.

Dia juga berharap agar Pemkab Meranti cepat tanggap dalam membantu menangani masalah ini. Sebab, suatu daerah tidak akan maju jika semuanya tidak peduli dengan hal semacam ini. Apalagi Meranti merupakan daerah yang baru dimekaran.

"Saya lihat kemarin, logo Meranti juga terpampang cukup besar di acara tersebut. Jadi, saya fikir tidak ada salahnya kalau Pemda membantu SBG menyelesaikan masalah utang piutang tersebut, paling tidak membantu melobi para sponsor atau memberikan pinjaman," pungkas Syawaludin.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, mesti sejalan dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Wakil Bupati Inhil Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 88 PNS
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Bupati Herman Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Inhil dan Lapas Tembilahan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
komentar
beritaTerbaru