Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Cawabup Bagus Santoso Salut dan Apresiasi Rencana Warga untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit

- Senin, 31 Agustus 2020 20:15 WIB
522 view
Cawabup Bagus Santoso Salut dan Apresiasi Rencana Warga untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit
Pasangan Kasmarni Bagus Santoso (KBS) Koalisi Bengkalis Sejahtera. (Kredit Foto : Dok,/Pesisirnews.com)

BENGKALIS, Pesisirnews.com - Masih sengkarutnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Bengkalis membuat sebagian besar desa masih masuk peta status kawasan hutan. Hal tersebut menimbulkan kendala dalam pengurusan administrasi sertifikat tanah dan pembangunan infrastruktur.

Seperti disampaikan oleh Sutejo yang merupakan seorang pengusaha sukses di Desa Bukit Kerikil, ia bersama warga akan mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) namun batal karena surat warga belum ada yang bersertifikat sedangkan desanya masih masuk peta kawasan hutan.

Menurut Sutejo, masyarakat tidak meminta proyek dari APBD, warga hanya meminta pemerintah memberikan izin pembuatan PKS karena panen sawit dari desa Bukit Kerikil dan sekitarnya sudah di hitung cukup untuk mendirikan satu PKS.

Baca Juga:

"Terus terang kami sudah menggandeng kekuatan modal bersama warga dan sanggup mendirikan PKSt di desa kami sendiri tapi terhambat di proses perizinan karena tidak memiliki sertifikat dan masih status kawasan hutan,” kata Sutejo.

Mendengar aspirasi masyarakat seperti yang disampaikan Sutejo, kandidat calon wakil bupati Bagus Santoso yang berpasangan dengan Kasmarni sebagai bakal calon bupati Bengkalis, telah menyiapkan strategi dalam pengelolaan keuangan daerah, sumber daya alam dan sumber daya manusia secara lebih efektif. Tujuannya agar terjadi peningkatan ekonomi taraf hidup masyarakat.

Baca Juga:

"Apa yang disampaikan pak Sutejo ini merupakan potensi dan peluang yang luar biasa, dimana gagasan membangun PKS secara mandiri justru berangkat dari warga. Padahal biasanya pembangunan PKS umumnya berasal dari investor swasta. Ini tentu harus di dukung dan kita kawal sampai berhasil,” kata Bagus.

[br]

Sebagai gambaran desa Bukit Kerikil berpenduduk sekitar 8000 jiwa, 27 RT, 8 RW dan 4 Dusun.Untuk urusan administrasi ke ibu kota kecamatan dan kabupaten warganya harus berputar melalui kota Dumai. Itu butuh waktu sekitar 4 jam. Padahal jika ditembus jalan poros Bukit Kerikil ke Ibukota Bandar Laksamana diperkirakan hanya memakan waktu 1.5 jam saja.

Kondisi Desa Bukit Kerikil memang patut menjadi perhatian semua pihak. Keberadaan desa dan warganya secara ekonomi terhitung maju pesat. Hanya saja desa yang dikepung kawasan perkebunan akasia miliik perusahaan PT Arara Abadi mengalami kendala dari berbagai lini, diantaranya urusan administrasi dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan belum terbangun secara memadai.

"Kita ketahui bersama status desa kita masih masuk peta kawasan hutan, program pembangunan terhambat. Tidak ada solusi lain kecuali harus keluar dari kawasan. Inilah akar masalahnya kenapa terhambat semuanya. Desanya maju ekonominya kuat, bahkan sanggup buat pabrik tapi tak bisa gara gara belum tuntasnya RTRW dan RDTR, sayangkan potensi ada tapi tak di dukung selembar legalitas surat,” ucap Bagus prihatin. (Budi)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Bupati Inhil Herman dan Ketua TP PKK Katerina Susanti Herman lantik pejabat desa di Keritang
Bupati Herman Pastikan 87 Pedagang Pasar Sungai Gantang Dapat Tempat Layak, Pembangunan Dimulai 2027
Bupati Inhil Pastikan Penanganan Korban Gigitan Monyet Liar Berjalan Optimal
Kapolres dan Bupati Inhil Turun Langsung Tinjau 11 Korban Gigitan Monyet, Pengobatan Gratis, Perburuan Terus Berlanjut
Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan
komentar
beritaTerbaru