Kamis, 25 Juli 2024 WIB

Politisi Arief Poyuono Tanggapi Balihonya Telanjang Dada Sambil Megang Ayam yang Digusur Satpol PP

- Senin, 23 Agustus 2021 10:09 WIB
480 view
Politisi Arief Poyuono Tanggapi Balihonya Telanjang Dada Sambil Megang Ayam yang Digusur Satpol PP
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok saat menurunkan baliho Arief Poyuono, Kamis 19 Agustus 2021. (Foto via Tempo.co/IST)

DEPOK, Pesisirnews.com - Politisi partai Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal balihonya yang viral karena diturunkan paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, pekan lalu.

Arief mengatakan tidak mempermasalahkan pencopotan baliho tersebut, karena baliho tersebut terpasang bukan atas kemauannya.

“Aku sih biarin aja, nggak ada masalah, nggak merasa dilecehkan, wong saya juga nggak tahu siapa yang masang,” kata Arief dikutip dari Tempo, Minggu (22/8).

Baca Juga:

Menurut Arief, dirinya justru kaget dengan tersebarnya baliho foto dirinya yang sedang melakukan aktivitas kesehariannya merawat ayam pelung.

“Nggak tau juga aku, awalnya kan gini aku posting di twitter videoku nggak pakai baju lagi memperlihatkan ayam pelung ku, tiba-tiba kok fotoku jadi baliho di mana-mana,” kata Arief.

Baca Juga:

Namun begitu, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mempersilakan masyarakat untuk memasang fotonya bertelanjang dada sambil gendong ayam jika mereka senang dengan foto tersebut.

“Aku sih biarin aja, kalau rakyat senang dengan gambar ku, pasang aja bodo amat,” kata Arief.

[br]

Arief mendapat informasi kalau baliho bergambar dirinya tersebut sudah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Sumatra, Jakarta, Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah.

“Infonya bukan hanya di Depok banyak di daerah lain. Untuk ngeledek baliho-baliho lain kali,” kata Arief.

Sebelumnya, baliho Arief Poyuono di kawasan Situ Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok diturunkan paksa oleh Satpol PP Kota Depok pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Alasan penurunan baliho Arief Poyuono tersebut, karena adanya laporan warga masyarakat yang merasa terganggu dengan gambarnya yang dianggap tidak etis. (PNC/TEMPO.CO)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru