Senin, 24 Juni 2024 WIB

Mantan Anggota DPR RI Sarankan Parpol Gunakan Strategi Zigzag Terkait Nomor Urut Caleg

- Kamis, 05 Januari 2023 09:46 WIB
598 view
Mantan Anggota DPR RI Sarankan Parpol Gunakan Strategi Zigzag Terkait Nomor Urut Caleg
Mantan anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari. (Tribunnews)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Guna memenuhi keterwakilan perempuan dalam parlemen, mantan anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari menyarankan partai politik (parpol) untuk menggunakan strategi zigzag dalam penetapan nomor urut calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Kuncinya di partai politik. Kalau partai politiknya mempunyai komitmen tinggi, maka dia akan pakai strategi zigzag. Karena undang-undang menyatakan minimal 1 (caleg perempuan) di antara 3,” kata Eva dikutip Antara ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, ujar Eva melanjutkan, memungkinkan bagi perempuan untuk mendapatkan nomor 2, 4, 6, dan seterusnya.

Baca Juga:

Bagi Eva, penempatan caleg perempuan dan laki-laki secara zigzag atau selang-seling merupakan komitmen dari partai politik guna memenuhi kuota keterwakilan perempuan di parlemen.

“Kalau partainya menghendaki perempuan meningkat di parlemen, ya harus pakai strategi zigzag. Karena secara statistik, electable number itu selalu ada di antara 1 hingga 3, untuk DPR ya. Dan ini berlaku juga untuk DPRD,” kata Eva.

Baca Juga:

Dia mengatakan bahwa apabila partai politik tidak memiliki komitmen untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen dengan menerapkan berbagai strategi, maka tidak akan ada kenaikan yang signifikan.

[br]

“Karena perempuan sudah mengalami kekerasan simbolik, yakni diskriminasi secara tidak sadar bahwa perempuan nomor 3 saja, nomor 6 saja. Padahal, di partai politik punya kesempatan untuk membuat terobosan,” kata Eva.

Dia juga mengambil Amerika Latin dan Skandinavia sebagai contoh perpolitikan yang menerapkan strategi zigzag dan sistem pemilihan tertutup yang memberi ruang bagi pemenuhan kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen.

“Jadi, prospek perempuan kalau tidak ada sistem pemilu yang diubah, dan kemudian ada kebijakan zigzag, ya akan terus-menerus seperti ini,” ujar Eva. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peringati Hari Polwan ke-75, Dewi Juliani Berharap Polwan Tetap Diberikan Kekuatan
Dewi Juliani Menilai Turnamen Diharapkan Wadah Atlet Muda Bersaing
HUT Riau ke-66, Dewi Juliani Ajak Masyarakat Untuk Bersatu Menuju Riau Maju
Dewi Juliani SH : Selamat Hari Apresiasi Buruh Tani
Dewi Juliani SH Ajak Warga Masyarakat Tolak Politik Identitas
Bacaleg DPR RI, Dewi Juliani SH Silaturrahmi Bersama Seluruh Bacaleg Kota Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru