Jumat, 19 Juli 2024 WIB

Universitas Florida Disebut Bodoh karena Ganti Nama Ruang Belajar Karl Marx Terkait Invasi Rusia

- Kamis, 24 Maret 2022 13:15 WIB
866 view
Universitas Florida Disebut Bodoh karena Ganti Nama Ruang Belajar Karl Marx Terkait Invasi Rusia
University of Florida (UF). (CampusReel)

FLORIDA, Pesisirnews.com - Sebuah ruangan di Perpustakaan Barat University of Florida (UF) sejak 2014 dinamai dengan nama sejarawan Prusia, Karl Marx untuk menghormati pemikir berpengaruh dan kritikus revolusioner yang hidup di abad ke-19 ini.

Namun baru-baru ini UF mengambil langkah untuk menghapusnya setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Langkah itu (menghapus nama Karl Marx) dinilai seorang pengamat sebagai sebuah kebodohandan tidak masuk akal dari bentuk kemarahan reaksioner yang semestinya tidak pantas dilakukan oleh pihak kampus.

Baca Juga:

“Kami berharap universitas negeri lebih tahu mengapa langkah ini tidak masuk akal,” tulis Alex Galbraith di orlandoweekly.com, yang dikutip Kamis (24/3).

Alasan pertama dan utama atas kritik itu, ekonom dan filsuf Karl Marx bukan orang Rusia. Dia lahir di Prusia, di sebuah kota bernama Trier yang saat ini menjadi bagian dari Jerman.

Baca Juga:

Lalu, Marx tidak pernah tinggal di Rusia, dia justru menghabiskan sebagian besar masa dewasanya antara London dan Paris.

[br]

Kemudian, Marx meninggal pada tahun 1880-an, hampir setengah abad sebelum Revolusi Rusia dan hampir 140 tahun sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Satu lagi - Rusia bukan negara komunis atau bahkan sosialis. Mereka tidak berlangganan ajaran Karl Marx.

Negara ini telah menghabiskan 30 tahun terakhir di bawah salah satu contoh kapitalisme yang paling brutal di planet ini.

Meski situasi di Ukraina memprihatinkan, Galbraith berharap mestinya UF tidak membuat aksi ‘populis’ yang justru membuat buruk citra mereka. Tetapi lebih baik mereka mendukung komunitas lokal Ukraina di masa yang sangat sulit ini.

“Ada banyak bisnis yang bisa membantu warga Ukraina menggunakan patronase Anda,” ujarnya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru