Senin, 24 Juni 2024 WIB

Ular Piton Langka Miliknya Dicuri, Peternak Ular di Tulung Agung Ini Rugi Ratusan Juta

- Rabu, 17 November 2021 10:54 WIB
1.033 view
Ular Piton Langka Miliknya Dicuri, Peternak Ular di Tulung Agung Ini Rugi Ratusan Juta
Salah satu koleksi ular piton milik Zainal Arifin. (Foto: IDN Times/ Bramanta Pamungkas)

TULUNG AGUNG, Pesisirnews.com - Zainal Arifin (38), warga Desa Bendosari Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, mengalami kerugian ratusan juta akibat 15 ekor Ular Piton miliknya dicuri oleh seorang pemuda berinisial OPP (20), beberapa waktu lalu.

Ular tersebut memiliki nilai jual yang cukup fantastis. Dari 15 ekor Ular Piton yang dicuri, ditaksir kerugiannya mencapai Rp 133 Juta.

Mahalnya harga ular ini dikarenakan ular jenis ini bukanlah ular biasa. Faktor gen reptil tersebut yang menjadikan ular tersebut masuk ke dalam kategori langka.

Baca Juga:

Dilansir dari IDN Times, Rabu (17/11), Zainal yang ditemui dirumahnya menjelaskan ular yang dicuri ini terdiri dari beberapa jenis gen. Di antaranya Retic Jaguar Bacan Platinum, Retic Paltinum Albino Lavender, Retic Harly Quen Tiger Platinum serta Retic Motly Bacan Platinum Sunfire.

"Ular Piton jenis tersebut di pasaran harganya mulai Rp 5 - 45 juta per ekornya," ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga:

Ternayata ular yang dimilikinya buka sekadar koleksi. Hewan melata tersebut adalah bagian dari peternakan miliknya.

[br]

Berawal dari hobi, mulai tekuni budidaya Ular Piton sejak 10 tahun lalu

Zainal mengaku mulai mendalami budidaya ular Piton ini sejak 10 tahun lalu. Berawal dari hobi, kini pria tamatan SMA ini memiliki koleksi kurang lebih 100 ekor Ular Piton dengan beragam gen.

Untuk mendapatkan gen-gen tersebut, Zainal mengawinsilangkan beragam jenis piton. Hasilnya, dalam satu ekor ular, terdapat beragam gen yang membuat harganya semakin mahal.

"Saya mempelajari secara otodidak teknik tersebut," ungkapnya.

Saat pandemik, permintaan naik 100 persen

Pada awal masa pandemik, permintaan pasar Ular Piton ini meningkat hingga 100 persen.

Jika sebelumnya dalam sebulan terdapat rata-rata lima permintaan, saat pandemik tahun lalu naik hingga 10 permintaan setiap bulan.

Tidak hanya memenuhi permintaan lokal saja, Zainal juga mengirimkan ular piton ini ke beberapa negara lain.

"Kalau saat ini permintaan sudah turun, kembali seperti sebelum pandemik," jelasnya.

[br]

Pemilik harus mendapat edukasi agar aman

Ular piton yang dijual oleh Zainal ini aman untuk menjadi hewan peliharaan.

Meskipun tidak berbisa, namun terdapat hal yang harus diperhatikan oleh pemelihara, yakni kebersihan kandang serta makanan.

Edukasi menjadi hal yang paling utama dan harus dipahami oleh penyuka reptil tersebut.

"Bagaimana memperlakukan ular harus dipahami, agar aman dan tidak membahayakan," pungkasnya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru