Selasa, 25 Juni 2024 WIB

Peti Jenazah Korban Covid-19 Dibongkar Paksa, Anak Korban: Ini Bukan Jenazah Ibu Saya!

- Senin, 04 Januari 2021 20:42 WIB
2.135 view
Peti Jenazah Korban Covid-19 Dibongkar Paksa, Anak Korban: Ini Bukan Jenazah Ibu Saya!
Ilustrasi: Pemakaman jenazah korban Covid-19. (Warta Kota) 

BOGOR, Pesisirnews.com - Satu keluarga asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor kaget bukan kepalang saat membuka peti jenazah ternyata bukan sang ibu.

Emosi keluarga korban pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu seketika pecah saat mengetahui jenazah ibu mereka yang jadi korban Covid-19 tertukar.

Mereka baru mengetahui jasad ibunda tertukar saat memaksa petugas untuk membuka peti jenazah. Mereka pun protes ke RSUD Kota Bogor.

Baca Juga:

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/12/2020). Menurut DF, ibunya dirawat di RSUD Kota Bogor lantaran positif Covid-19. Ibunda DF, yakni WT dirawat di ruang isolasi.

Pada Rabu (30/12/2020) pada pukul 00.30 WIB, ibunya menghembuskan nafas terakhir.

Baca Juga:

Namun petugas ruangan isolasi baru mengabari petugas forensik sekitar pukul 06.00 WIB.

Kemudian mengabari pihak keluarga almarhumah WT untuk mengambil jenazah pada pukul 07.30 WIB. Namun, pihak keluarga harus menunggu hingga pukul 09.00 WIB.

Jenazah ibunya akhirnya dibawa ke ruang forensik kemudian diserahkan dengan peti jenazah khusus Covid-19.

"Jenazah kan katanya gak boleh dilihat, gak boleh, gini-gini. Kita gak mau, kita saklek sekeluarga mau lihat," kata DF, warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/1/2021).

Kekhawatiran mereka pun terbukti. Begitu peti jenazah dibuka, jasad yang telah membujur kaku korban Virus Corona di Bogor tersebut bukan orangtuanya.

Saat peti jenazah dibuka, lanjut DF, ia terkejut lantaran di dalam peti tersebut bukan jenazah ibunya, melainkan jenazah pria.

Hal itu pun membuat keluarga DF protes kepada pihak rumah sakit sampai akhirnya jenazah WT bisa diambil keluarga untuk dimakamkan.

"Pas dibuka, ternyata jenazah cowok dan itu bukan keluarga dari kita, itu bukan mama saya," kata DF.

[br]

Klarifikasi RSUD Kota Bogor

Sementara itu, Humas RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat, menjelaskan kenapa mayat korban Covid-19 tertukar.

Menurut Taufik, jenazah tidak langsung dipulangkan setelah meninggal karena kendala pemakaman pada waktu dini hari.

"Karena kalau tengah malam tidak ada petugas pemakaman. Kedua, kalau dari warga Kabupaten Bogor seperti kasus ini dari Leuwiliang, petugas pemakaman yang piket saat itu memang satu orang untuk malam. Untuk pemakaman ke lokasi minimal dua orang," terang Taufik Rahmat.

Terkait jenazah yang dinilai tertukar ini, kata dia, disebabkan adanya kelalaian komunikasi petugas jenazah dalam memberikan laporan.

Awalnya dilaporkan bahwa ada satu pasien yang meninggal, namun ternyata lebih dari satu orang.

Dia juga menyayangkan bahwa sejumlah petugas tidak mengecek ulang jenazah yang hendak diserahkan kepada keluarganya.

"Sebenarnya bukan tertukar, tetapi pada hari itu ternyata lebih dari satu orang yang meninggal. Akhirnya kita coba perbaiki, kita ikuti tuntutan pihak keluarga," ungkapnya.

Dia juga mengakui adanya kelalaian dalam komunikasi antara petugas kamar jenazah dan petugas lainnya yang menerima laporan.

Semula dilaporkan hanya satu orang meninggal, ternyata hari itu lebih dari satu korban Virus Corona di Bogor yang meninggal dunia.

Meski demikian, Taufik menyesalkan sikap petugas yang tidak melakukan pemeriksaan ulang atau lalai dalam mengecek jenazah.

Sumber: (Warta Kota)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menjarah Rumah Orang Tuanya Sendiri S Alias Barong(48) Di Tangkap Polisi
Jatuh Dari Kapal, Ditemukan Meninggal Dunia
Hukum Berkurban Bagi yang Mampu, Wajib Atau Sunnah?
Ustadz Abdul Somad (UAS) - Hukum Kurban Untuk Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sah dan Diterima? Simak Penjelasan UAS.
Ingin Anak Anda Sukses, Jangan Katakan ini
Kapolres Inhil Jenguk Korban Penganiayaan
komentar
beritaTerbaru