Senin, 24 Juni 2024 WIB

China Siap Bekerja Sama dengan Asean demi Menjaga Stabilitas di Laut China Selatan

- Kamis, 23 Februari 2023 12:26 WIB
776 view
China Siap Bekerja Sama dengan Asean demi Menjaga Stabilitas di Laut China Selatan
Menteri Luar Negeri China Qin Gang (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu di Jakarta pada Rabu, (22/2/2023. (Foto: Kemenlu RI)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Menteri Luar Negeri China Qin Gang pada hari Rabu berjanji bahwa China akan bekerja dengan Asia Tenggara untuk "bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan", di tengah meningkatnya ketegangan di perairan yang disengketakan.

China dan empat negara Asean - Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam - serta Taiwan memiliki klaim yang tumpang tindih atas perairan strategis tersebut. Masalah ini tetap tidak terselesaikan selama beberapa dekade.

Sebagai ketua bergilir Asean pada 2023, Indonesia mengatakan akan mengadakan putaran baru perundingan dengan negara-negara anggota Asean dan China mulai Maret.

Baca Juga:

Pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta, Qin mengatakan China, Indonesia dan negara-negara pesisir di Laut China Selatan akan bekerja sama dengan negara-negara Asean lainnya “untuk mengimplementasikan secara penuh dan efektif” Deklarasi Perilaku Para Pihak, yang menyerukan penyelesaian sengketa secara damai di Laut Cina Selatan, dan mempercepat konsultasi tentang kode etik yang mengaturnya.

Perjalanan dua hari Qin, yang berakhir pada Kamis ini, adalah kunjungan resmi pertamanya ke Asia sejak pengangkatannya sebagai menteri luar negeri pada akhir 2022.

Baca Juga:

Qin melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu pagi, dan diperkirakan akan bertemu dengan pejabat lainnya.

Selain isu Laut China Selatan, kedua Menlu juga membahas isu regional dan global lainnya, mulai dari pemulihan pascapandemi Covid-19 hingga krisis Myanmar, dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

Menlu Retno mengatakan kepada Qin bahwa sebagai ketua Asean, Indonesia dan Asean bertekad untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai dan stabil, serta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, mengulangi pernyataan Presiden Jokowi kepada para menteri luar negeri kawasan tersebut pada awal Februari, bahwa “ASEAN seharusnya tidak menjadi wakil dari kekuatan apapun”.

[br]

Pada kesempatan itu, Qin menyatakan dukungan untuk kemerdekaan strategis Asean, sentralitas dan arsitektur regional yang inklusif.

Dia juga mencatat bahwa "Perang Dingin baru atau persaingan negara besar tidak boleh terjadi di Asia-Pasifik, dan negara-negara kawasan tidak boleh dipaksa untuk memihak.

“Kami berharap dan percaya bahwa Indonesia dan negara-negara Asean lainnya akan memperhatikan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan, serta membuat penilaian dan pilihan yang independen,” katanya melalui seorang penerjemah, Rabu.

Mengenai masalah Myanmar, Retno berterima kasih kepada China atas dukungannya strategi Konsensus Lima Titik yang diadopsi oleh Asean pada April 2021 untuk menangani krisis politik di sana.

Lima poin dalam strategi tersebut adalah penunjukan utusan khusus, kunjungan utusan ke Myanmar, penghentian kekerasan di negara tersebut, dialog konstruktif di antara semua pihak, dan bantuan kemanusiaan oleh Asean.

“Sebagai ketua Asean, Indonesia akan melakukan engagement dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar dengan satu tujuan, yaitu membuka jalan bagi kemungkinan dilakukannya dialog nasional yang inklusif di Myanmar,” ujarnya.

Kedua menteri juga membahas isu-isu bilateral, termasuk upaya bersama untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok, meliputi bidang perdagangan dan investasi, infrastruktur, maritim, kesehatan, konektivitas, dan kontak antar masyarakat. (PNC/STC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolri dan Panglima Sepakat Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Keamanan KTT ASEAN
Ekonomi Digital di Kawasan ASEAN Tumbuh Pesat, PSI: Momentum bagi UMKM Kita
7 Perguruan Tinggi Indonesia Jalin Kerja Sama dengan 7 Perguruan Tinggi China
Viral, Wanita Pencuci Piring Berangkat Kerja Diantar Naik Mobil Mewah Bentley
Menhub Malaysia Sebut Kerja Sama dengan China Tak akan Membuat Malaysia Terjebak Utang
Menlu Jepang akan ke Beijing dan Bahas Pembebasan Pengusaha Jepang yang Ditahan China
komentar
beritaTerbaru