Selasa, 25 Juni 2024 WIB

Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi Menekankan Doa Seutuhnya Diubah Ke Bahasa Indonesia

Haikal - Jumat, 08 November 2019 16:14 WIB
563 view
Menteri Agama  Republik Indonesia  Fachrul Razi Menekankan Doa Seutuhnya Diubah Ke Bahasa Indonesia
Foto: Menag Fachrul Razi (Dok Kemenag)foto: Menag Fachrul Razi (Dok Kemenag)
Jakarta, PESISIRNEWS.COM - Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi kembali menjelaskan soal doa dua bahasa yakni dalam Arab dan Bahasa Indonesia. Fachrul tak meminta doa seutuhnya diubah ke Bahasa Indonesia, namun dia meminta ada penekanan khusus di bagian tertentu seperti soal korupsi.
[MGID]
"Tentang katanya Menteri Agama meminta doa dipakai dengan Bahasa Indonesia. Ndak. Biasa saja doa. Tapi saya minta kalau ada penekanan, tolong sampaikan bahasa Indonesia supaya itunya gampang," kata Fachrul Razi dalam arahannya kepada ASN Kemenag di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

"Sebagai contoh misalnya kita bicara tentang korupsi, kita sampaikan Bahasa Arab. Saya kira koruptor-koruptor ini nggak tahu. Tapi coba kita tambahkan bahasa Indonesianya. Ya sambil selawat, baca doa misalnya," jelas Fachrul Razi.

Fahrul Razi lalu memberikan contoh doa mendapatkan kenikmatan dunia akhirat dalam bahasa Arab. Dia lalu menambahkan penekanan dengan Bahasa Indonesia.

"Allahumma inna nasaluka salamatan fiddin, wafiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, dan sebagainya. Kemudian tambahkan misalnya, 'Ya Allah Ya Tuhan kami, bimbinglah kami agar kami terhindar dari korupsi Ya Allah. Karena kami tahu korupsi itu sangat Kau murkai, sangat Kau murkai Ya Allah'," kata Fachrul Razi.

Jika ada koruptor yang mendengar doa itu, Fachrul Razi yakin si penjahat bakal ketakutan. Fachrul Razi menegaskan dia hanya ingin doa dalam Bahasa Arab diselipkan Bahasa Indonesia agar yang tidak paham menjadi paham.
[ADSENSE]
"Jangan dipikir, 'Oh iya Menterinya nggak mau, melarang doa dalam Bahasa Arab', bukan. Ada hal-hal yang penting perlu penekanan yang kira-kira orang di situ semuanya atau masalah yang sangat besar tidak tahu Bahasa Arab ya pakai Bahasa Indonesia saja ditekankan supaya mantap betul, betul-betul terkena di jiwanya. Apa lagi kalau dikatakan... 'Kalau ada di antara kami yang korupsi Ya Allah, hukumlah kami sekeras-kerasnya'. Uh, kan gemetar juga, menakutkan juga," jelas Fachrul Razi.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P
Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi
Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru
Dewi Juliani Menilai Turnamen Diharapkan Wadah Atlet Muda Bersaing
Karang Taruna Basira Gelar Turnamen Voli Dewi Juliani CUP
HUT Riau ke-66, Dewi Juliani Ajak Masyarakat Untuk Bersatu Menuju Riau Maju
komentar
beritaTerbaru