Kamis, 25 Juli 2024 WIB

Studi Terbaru Menunjukkan Infeksi Covid-19 dapat Merusak Sperma

- Sabtu, 30 Januari 2021 10:23 WIB
483 view
Studi Terbaru Menunjukkan Infeksi Covid-19 dapat Merusak Sperma
Ilustrasi: Spermatozoa. (Deccan Chronicle)

PARIS, Pesisirnews.com - Sebuah studi terbaru berdasarkan bukti eksperimental yang dimuat dalam jurnal Reproduction pada Jumat (29/1/2021) melaporkan Covid-19 dapat merusak kualitas sperma dan mengurangi kesuburan pada pria.

Dijelaskan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan peningkatan kematian sel sperma, peradangan dan apa yang disebut stres oksidatif.

“Temuan ini memberikan bukti eksperimental langsung pertama bahwa sistem reproduksi pria dapat menjadi sasaran dan dirusak oleh Covid-19,” ungkap para peneliti.

Baca Juga:

Namun, para ahli mengomentari penelitian tersebut, mengatakan kapasitas virus untuk mengganggu kesuburan pada pria masih belum terbukti.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan Covid-19 yang ditularkan melalui tetesan pernapasan ini menyerang paru-paru, ginjal, usus, dan jantung yang menyebabkan penyakit pernapasan, terutama pada orang tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar.

Baca Juga:

Itu juga dapat menginfeksi organ reproduksi pria, merusak perkembangan sel sperma dan mengganggu hormon reproduksi,. Reseptor yang sama yang digunakan virus untuk mengakses jaringan paru-paru juga ditemukan di testis.

Tetapi efek virus pada kemampuan reproduksi pria masih belum jelas.

Behzad Hajizadeh Maleki dan Bakhtyar Tartibian dari Justus-Liebig-University di Jerman mencari penanda biologis yang mungkin menunjukkan dampak negatif pada kesuburan.

Analisis yang dilakukan pada interval 10 hari selama 60 hari pada 84 pria dengan Covid-19 dibandingkan dengan data untuk 105 pria sehat.

[br]

Pada pasien Covid-19, sel sperma menunjukkan peningkatan signifikan penanda peradangan dan stres oksidatif, ketidakseimbangan kimiawi yang dapat merusak DNA dan protein dalam tubuh.

"Efek pada sel sperma ini dikaitkan dengan kualitas sperma yang lebih rendah dan potensi kesuburan yang berkurang," kata Maleki dalam sebuah pernyataan.

Meskipun efek ini cenderung membaik dari waktu ke waktu, efek tersebut tetap secara signifikan dan abnormal lebih tinggi pada pasien Covid-19.

“Semakin parah penyakitnya, semakin besar perubahannya,” tambahnya.

Sistem reproduksi pria "harus dianggap sebagai jalur yang rentan terhadap infeksi Covid-19 dan dinyatakan sebagai organ berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia," kata Maleki.

Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyambut baik penelitian tersebut, tetapi memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian sebelum menarik kesimpulan yang keras dan cepat.

"Pria seharusnya tidak terlalu khawatir," kata Alison Campbell, direktur embriologi CARE Fertility Group di Inggris.

[br]

"Saat ini tidak ada bukti pasti kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh Covid-19, pada sperma atau potensi reproduksi pria," katanya kepada Science Media Center yang berbasis di London.

Hasilnya bisa saja tidak tepat, tambahnya, oleh fakta bahwa laki-laki yang sembuh dari Covid-19 diobati dengan kortikosteroid dan terapi antivirus, sedangkan kelompok kontrol tidak.

Allan Pacey, seorang spesialis dalam pengobatan reproduksi pria di Universitas Sheffield, mengajukan "catatan kehati-hatian" tentang bagaimana data diinterpretasikan.

Beberapa indikator penurunan kualitas sperma bisa jadi karena faktor selain Covid-19, katanya, mencatat bahwa lebih banyak pria dalam kelompok Covid-19 yang kelebihan berat badan.

Fakta sederhana bahwa hanya satu kelompok yang sakit parah - apa pun penyebabnya - juga perlu diperhitungkan, tambahnya.

"Kami sudah tahu bahwa penyakit demam dapat berdampak pada produksi sperma, apa pun penyebabnya,” ungkapnya.

Sumber: (thestar.com.my)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Prihatin: Hasil Uji Laboratorium 60 Persen Sperma Pria di Malaysia Tidak Normal
Studi: 4 Kelebihan Bos Wanita yang Membuatnya Lebih Baik daripada Bos Pria
Studi: Wanita Berpendidikan dan Mapan Makin Enggan Terikat Pernikahan
Studi: Dampak Pemanasan Global dalam Meningkatkan Bahaya Jamur bagi Manusia
4 Jenis Makanan yang Memengaruhi Kesehatan Sperma, Nomor 3 Paling Umum Dijumpai
Pria Harus Tahu: 9 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kualitas dan Jumlah Sperma
komentar
beritaTerbaru