Minggu, 21 Juli 2024 WIB

Dosen UIN Syarif Hidayatullah: Maknai Perbedaan Merayakan Lebaran 2023 Sebagai Berkah

- Selasa, 18 April 2023 10:09 WIB
582 view
Dosen UIN Syarif Hidayatullah: Maknai Perbedaan Merayakan Lebaran 2023 Sebagai Berkah
Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Syarif Hidayatullah Rubiyanah Jalil. (ANTARA/Dokpri)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Syarif HidayatullahJakartaRubiyanah Jalil menilai perbedaan waktu merayakan Lebaran 2023 harus dimaknai sebagai keindahan dan keberkahan.

Menurut dia, masyarakat harus memaknai perbedaan sebagai keberkahan seperti hadis Rasulullah saw. yaitu al ikhtilaafu ummati rahmah yang berarti perbedaan di antara umatku adalah rahmat.

"Perbedaan harus dimaknai sebagai keindahan yang harus dipupuk dan tidak dijadikan sebagai alat politisasi suatu kelompok," kata Rubi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/4).

Baca Juga:

Menurut dia, apabila perbedaan-perbedaan justru dijadikan sebagai bahan untuk memunculkan perpecahan karena ingin memenangkan satu kelompok, akan menjadi musibah bagi bangsa Indonesia.

Rubi berharap momentum Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah, umat Islam kembali pada fitrah manusia yang sesungguhnya, yakni mencintai kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kedamaian.

Baca Juga:

"Dengan dilandasi semangat spiritual dan kebangsaan, momentum ini mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang dapat meredam perpecahan bangsa," ujarnya.

Selain itu, Rubi menilai Ramadan memiliki banyak kemuliaan, mulai dari bulan suci, penuh rahmat, hingga syahrujihad (bulan jihad).

Ramadan dikatakan sebagai bulan jihad, lanjut dia, karena secara historis pelaksanaannya pada masa Nabi Muhammad saw., bertepatan dengan peristiwa perang dan kemenangan yang diraih umat Islam.

Namun, menurut dia, semangat jihad sering disalahartikan oleh beberapa kelompok dengan konteks yang tidak sesuai, yaitu sebagai perang (qital). Mereka lantas berpendapat bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membuat teror bagi kelompok radikal terorisme.

"Ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa atau menahan diri, pada dasarnya sedang berjihad. Oleh karena itu, Ramadan disebut juga dengan dengan syahrul jihad," kata Rubi.

Dosen Program Studi Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan bahwa ada satu peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad saw. bersama sahabatnya saat Ramadan, yaitu peristiwa Perang Badar.

Menurut dia, dalam kondisi berpuasa, Nabi Muhammad beserta 313 pasukannya melawan 1.000 kafir Qurais dalam Perang Badar. Namun, akhirnya umat Islam memenangi perang bersejarah tersebut.

"Namun, euforia kemenangan Perang Badar itu digambarkan oleh Rasulullah sebagai satu perang yang tidak seberapa," ujarnya.

Seusai memenangi perang, kata dia, Nabi Muhammad mengatakan bahwa roza’kna min jihadil asgar ila jihadil akbar (pulang dari jihad kecil menuju jihad besar).

Para sahabat lantas bertanya, "Lalu seperti apa jihad akbar itu ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab, "jihadul akbar jihadul nafs, jihad akbar itu adalah perang melawan diri sendiri."

[br]

"Jadi, sebenarnya jihad yang paling besar itu bukan jihad secara fisik berperang dan lain-lain, melainkan melawan diri sendiri dari segala hawa nafsu yang bisa menghancurkan diri sendiri maupun orang lain, dan itu berpuasa," kata Rubi.

Dalam konteks keindonesiaan, menurut Rubi, makna jihad melawan hawa nafsu itu dapat dipupuk untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang penuh keberagaman suku, agama, ras, dan budaya perlu menanamkan nilai-nilai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Dia memandang perlu kesadaran bersama untuk memupuk terus keberagaman untuk menghindari perpecahan.

(PNC/ANT)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polres Inhil Pantau Arus Mudik Jalur Sungai
Bersama Bupati, Kapolres Inhil Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat di Perbatasan
Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023, Ini Kata Pemerintah Dan Organisasi Islam NU dan Muhammadiyah
Mahfud MD Ajak Semua Pihak Bangun Kerukunan di Tengah Potensi Perbedaan Idulfitri 1444 H
Ini Referensi Busana bagi Wanita yang Ingin Tampil Bersinar di Hari Lebaran bak Ratu Rania
Antisipasi Kamtibmas Jelang Lebaran, Kapolres Sampang Luncurkan Tim Sakera dan Tim Panther
komentar
beritaTerbaru