Kamis, 25 Juli 2024 WIB

UNHCR: Jumlah Pengungsi Sedunia karena Berbagai Konflik Tembus 100 Juta

- Selasa, 24 Mei 2022 08:27 WIB
543 view
UNHCR:  Jumlah Pengungsi Sedunia karena Berbagai Konflik Tembus 100 Juta
Ilustrasi: Pengungsi. (International Committee of the Red Cross)

BERLIN (Pesisirnews.com) - Komisaris Tinggi Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), Filippo Grandi pada Senin (23/5), menyampaikan jumlah pengungsi sedunia untuk pertama kalinya mencapai angka 100 juta orang pada 2022.

“Seratus juta itu angka yang kejam, sekaligus serius dan mengkhawatirkan. Ini rekor yang seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Grandi dikutip Associated Press.

“Ini harus menjadi panggilan aksi untuk menyelesaikan dan mencegah konflik destruktif, mengakhiri persekusi, dan mengatasi sebab-sebab yang mendasari orang-orang tak bersalah ini kabur dari rumahnya,” lanjutnya.

Baca Juga:

Menurut UNHCR, jumlah pengungsi sedunia menyentuh angka 90 juta jiwa pada akhir 2021. Gelombang pengungsi dipicu oleh gelombang-gelombang kekerasan baru atau konflik berlarut-larut di negara seperti Ethiopia, Burkina Faso, Myanmar, Nigeria, Afghanistan, dan Kongo.

Setelah itu, perang Rusia-Ukraina memaksa lebih dari enam juta jiwa pergi dari rumahnya. Sekitar delapan juta orang lain pun telantar di Ukraina.

Baca Juga:

Angka 100 juta jiwa yang disebutkan UNHCR termasuk orang-orang yang mengungsi, para pencari suaka, serta orang-orang yang telantar di negaranya sendiri karena konflik. Jumlah pengungsi global saat ini mencapai 1 persen dari total populasi dunia.

[br]

“Respons internasional terhadap pengungsi perang di Ukraina luar biasa positif. Kasih sayang masih ada dan kita perlu mobilisasi serupa untuk mengatasi krisis lain di seluruh dunia,” kata Grandi.

Lebih lanjut, Grandi menegaskan, bahwa bantuan kemanusiaan untuk pengungsi itu bersifat paliatif, bukan menjadi obat. Dia menyebut perdamaian dan stabilitas harus dijaga untuk mengakhiri gelombang pengungsian.

“Untuk memutarbalikkan tren ini, satu-satunya jawaban adalah perdamaian dan stabilitas sehingga rakyat tak bersalah tidak terpaksa bertaruh antara marabahaya di rumah atau kerentanan sebagai eksil,” pungkasnya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pengadilan Jepang Buat Terobosan Berikan Status Pengungsi kepada Seorang Lesbian Uganda
Desa Sadar Kerukunan Dapat Mencegah dan Mengantisipasi Potensi Konflik Pemilu
Antisipasi Potensi Konflik, Kemenag Gelar Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan
Kekurangan Dana, PBB akan Pangkas Bantuan Makanan bagi  Pengungsi Rohingya
Banjir Parah Merendam Tiga Wilayah di Malaysia, Ribuan Orang di Evakuasi
BIN Jawa Barat Ajak Pengungsi Gempa di Cianjur Olahraga Senam Pagi di Posko Mandiri BIN
komentar
beritaTerbaru