Selasa, 25 Juni 2024 WIB

Pusat Studi HAM Nairobi: Serangan Militan Al Shabaab Meningkat, Ratusan Korban Tewas

- Senin, 20 Februari 2023 11:52 WIB
670 view
Pusat Studi HAM Nairobi: Serangan Militan Al Shabaab Meningkat, Ratusan Korban Tewas
Kelompok militan Al Shabaab. (Foto via NBC News)

NAIROBI (Pesisirnews.com) - Sebuah survei baru-baru ini terhadap kelompok militan Al Shabaab yang berbasis di Somalia, oleh Pusat Studi Hak Asasi Manusia dan Kebijakan di Nairobi, Kenya, mengungkapkan bahwa serangan kelompok ini meningkat sebesar 26 persen pada tahun lalu.

Melansir allafrica.com, Minggu, jumlah serangan terkait teror pada periode ini mencapai 77 persen, naik dari 51 persen dari tahun sebelumnya.

Organisasi tersebut mengindikasikan bahwa serangan terkonsentrasi di empat kabupaten, dengan Mandera menjadi yang paling terpengaruh dengan 37 insiden terkait teror.

Baca Juga:

Kabupaten Lamu mencatat jumlah kejadian tertinggi kedua di 21, diikuti oleh 19 di Garissa dan 9 di Kabupaten Wajir.

Data yang diperoleh dari CHRIPS Terror Attacks and Arrests Observatory, lebih lanjut mengungkapkan bahwa dari 77 serangan yang dilaporkan, hampir 50 persen ditargetkan pada petugas keamanan.

Baca Juga:

Insiden yang menargetkan petugas keamanan telah mengalami tren meningkat selama 5 tahun terakhir.

Pada tahun 2018 dan 2019, tercatat 16 serangan yang ditujukan kepada petugas keamanan.Jumlah ini meningkat tajam menjadi 41 pada tahun 2020.

Terjadi penurunan tajam pada tahun 2021 ketika hanya 24 insiden yang terekam.

Observatorium CHRIPS pada tahun 2022 telah mendokumentasikan 33 serangan yang menargetkan petugas keamanan.

Serangan pada tahun 2022 mengakibatkan seratus enam belas korban jiwa.Ini adalah peningkatan 16 persen dibandingkan dengan seratus yang tercatat pada tahun 2021.

[br]

Dari mereka yang dilaporkan tewas pada tahun 2022, mayoritas adalah warga sipil dimana 42 orang tewas.Korban lainnya adalah 38 tersangka militan Al Shabaab, 35 pejabat keamanan Kenya dan satu pejabat pemerintah.

“Sementara pejabat keamanan dan badan anti-teror di negara ini dipuji atas peningkatan langkah-langkah yang dilakukan untuk melawan ekstremisme kekerasan di Kenya, data Observatorium menunjukkan bahwa Al Shabaab terus menjadi ancaman seiring frekuensi serangan terkait teror. Serangan meningkat sepanjang tahun, sebagian besar menargetkan petugas keamanan, terutama yang sedang transit atau berpatroli dengan menggunakan berbagai alat peledak," kata Rahma Ramadhan, Peneliti CHRIPS.

Meski terjadi peningkatan serangan, hanya dua puluh sembilan orang yang ditangkap dalam periode peninjauan.

Jumlah penangkapan terbesar terjadi di Kabupaten Garissa di mana 9 orang ditangkap karena dicurigai melakukan kegiatan teror.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2022 terjadi penangkapan terkait teror di Kabupaten Nyeri, Narok, Kwale, Tana River, Lamu dan Laikipia.

Al Shabaab merupakan satu dari sekian kelompok militan Islam di Somalia yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintahanya

Pada 2015, mantan warga negara Inggris Abdul Qadir Mumin, yang menjadi salah satu petinggi Al Shabaab berbaiat pada ISIS. Sebelumnya, pada 2012, para pemimpin Al Shabaab bersumpah setia kepada al-Qaidah pada 2012.

Hal itu dinilai pengamat terorisme menunjukkan adanya perpecahan di tubuh kelompok militan Islam di Somalia tersebut. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Badan Keamanan Siber Italia Peringatkan Serangan Dunia Maya Berskala Besar
Ketahui Gejala Non Motorik dan Motorik Serangan Awal Parkinson serta Cara Penanganannya
Seorang Warga Selamat dari Serangan Buaya di Sungai Batang Kuantan, Ini Imbauan BKSDA Riau
Pelabuhan Minyak Qena di Yaman Nyaris Jadi Lautan Api oleh Serangan Drone Houthi
Serangan Rudal Rusia ke Mykolaiv Menewaskan Salah Satu Orang Terkaya di Ukraina
Putri Politisi Senior Golkar Nurul Arifin Meninggal di Meja Makan, Diduga Kena Serangan Jantung
komentar
beritaTerbaru