Senin, 24 Juni 2024 WIB

Pecah Pertempuran Sengit Pasukan Burma Vs Pemberontak Karen di Perbatasan Thailand

- Jumat, 21 Oktober 2022 21:49 WIB
998 view
Pecah Pertempuran Sengit Pasukan Burma Vs Pemberontak Karen di Perbatasan Thailand
Pasukan Karen National Unity (KNU). (Foto: Myanmar NOW)

BURMA (Pesisirnews.com) - Pertempuran sengit pecah antara pasukan keamanan Burma Vs pasukan pemberontak dari Karen National Unity (UNK/Persatuan Nasional Karen) di Kawkareik, Negara Bagian Kayin yang berbatsan dengan Thailand pada Jumat pagi.

Serangan pasukan UNK ditanggapi Angkatan Udara Burma dengan pengeboman yang intens dan dikonfirmasi oleh sumber-sumber milisi ke portal Myanmar Now, yang dekat dengan oposisi Burma.

“Mulai sekitar pukul 07.30 pagi, kami mendengar suara tembakan dan suara senjata berat dari sisi jembatan besi, pintu masuk kota Kawkareik dari sisi Myawady. Kendaraan berat mendarat di kota. Ada juga laporan serangan yang menargetkan gedung departemen di kota. Di kota, ada juga peluru berat yang mendarat, dan penembakan terjadi. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas. Saya mendengar bahwa ada juga orang yang terluka. Rencananya banyak warga yang mengungsi,” kata seorang warga dikutip elevenmyanmar.com, Sabtu.

Baca Juga:

Dia melanjutkan, “Saya mendengar bahwa pertempuran antara pukul 07:30 dan 10:00 sangat intens.

Laporan itu mengatakan UNK dan dan PDF menyerang pasukan keamanan Burma menggunakan kekuatan yang cukup besar. Pasukan keamanan Burma membalas menyerang mereka dengan dukungan udara.

Baca Juga:

[br]

Warga Kawkareik yang berada di lokasi pertempuran segera bersembunyi di shelter bom dan ada juga yang sudah mengungsi keluar kota.

Menurut warga, Sejumlah rumah dan bangunan tampak mengalami kerusakan namun detail situasinya masih belum diketahui.

Menurut laporan selanjutnya, Kantor Polisi Kotapraja Kawkareik jadi sasaran serangan, beberapa petugas polisi tewas dan para tahanan melarikan diri.

Kantor Departemen Administrasi Umum Kotapraja Kawkareik juga ikut diserang, kata sumber lokal. Tetapi informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru