Senin, 24 Juni 2024 WIB

Majalah Time Nobatkan Perempuan Iran 'Heroes of the Year' 2022

- Kamis, 08 Desember 2022 20:42 WIB
586 view
Majalah Time Nobatkan Perempuan Iran 'Heroes of the Year' 2022
Majalah Time nobatkan perempuan Iran sebagai 'Heroes of the Year' 2022. (Twitter)

NEW YORK (Pesisirnews.com) - Majalah berita Amerika Time pada hari Rabu menobatkan perempuan Iran sebagai 'Heroes of the Year' 2022 (pahlawan tahun ini) karena keberanian memimpin protes massal di seluruh negeri atas kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun.

Majalah yang berbasis di New York ini selama beberapa dekade selalu memberikan apresiasi terhadap mereka yang dinilai "orang terbaik tahun ini" dan menobatkannya dengan penghargaan 'Heroes of the Year' atas kontribusi mereka terhadap kemanusiaan.

Tahun ini, majalah tersebut menerbitkan di sampulnya gambar tiga wanita Iran yang tidak mengenakan penutup kepala saling bergandengan dan mengacungkan simbol ‘victory’ dijarinya sebagai tanda menentang penguasa di negara itu.

Baca Juga:

Penulis Iran-Amerika Azadeh Maveni, dalam artikelnya untuk majalah Time, menekankan pentingnya peran perempuan dalam protes di negara itu di masa lalu, sekaligus menyoroti betapa berbedanya meskipun mirip dengan protes saat ini.

“Wanita yang lebih muda ini sekarang berada di jalanan. Gerakan yang mereka pimpin berpendidikan, liberal, sekuler, dinaikkan dengan harapan yang lebih tinggi, dan putus asa untuk normalitas: kuliah dan perjalanan ke luar negeri, pekerjaan yang layak, supremasi hukum, akses ke Apple Store, peran penting dalam politik, kebebasan berbicara dan kebebasan atas apa yang mereka kenakan.”

Baca Juga:

[br]

Selain itu, dia mencatat bahwa para wanita masih tidak terpengaruh untuk mengetahui konsekuensi seperti penahanan paksa oleh penjaga militer Iran, penyiksaan, dan taktik pembalasan lainnya karena berani bicara.

“Saya hanya dapat menyimpulkan bahwa ketika aspirasi satu generasi untuk kebebasan tampak menggiurkan dalam jangkauan, pembatasan yang tersisa akan semakin memalukan, dan perlawanan akhir terasa semakin tidak menakutkan,” tulis Azadeh Moaveni.

Sebagaimana diketahui, Iran telah diguncang oleh protes besar-besaran sejak 16 September, atas kematian seorang wanita muda berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi moral Iran. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru