Senin, 17 Juni 2024 WIB

Israel Mengukir Penerbangan Bersejarah Komersial Pertama ke Abu Dhabi

- Selasa, 01 September 2020 21:18 WIB
547 view
Israel Mengukir Penerbangan Bersejarah Komersial Pertama ke Abu Dhabi
Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien menyampaikan pidato dalam penerbangan komersial pertama kalinya dari Israel ke UEA, pada 31 Agustus 2020. (AFP)

ABU DHABI, Pesisirnews.com - Delegasi Amerika Serikat (AS)-Israel yang dipimpin oleh penasihat Gedung Putih Jared Kushner tiba di Abu Dhabi, Senin (31/8/2020) dalam penerbangan komersial bersejarah pertama dari Tel Aviv, Israel.

Baca juga :Uni Emirat Arab (UEA) Secara Resmi Mencabut UU Pemboikotan Israel, apa Dampaknya?

Penerbangan itu sekaligus untuk menandai normalisasi hubungan antara negara Israel dan UEA.

Baca Juga:

Kata "perdamaian" ditulis dalam bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani di kokpit penerbangan El Al yang mendarat di terminal VIP di ibu kota Emirates, dimana bendera AS berkibar di samping spanduk Bintang Daud.

"Meskipun ini adalah penerbangan bersejarah, kami berharap ini akan memulai perjalanan yang lebih bersejarah di Timur Tengah dan sekitarnya," kata Kushner, yang merupakan menantu Presiden Donald Trump dan arsitek utama kebijakan Timur Tengah sebelum naik pesawat.

Baca Juga:

“Masa depan tidak harus ditentukan sebelumnya oleh masa lalu. Ini adalah waktu yang penuh harapan,” ujar Kushner.

[br]

Penerbangan langsung penting oleh maskapai nasional Israel, bernomor LY971 yang sesuai dengan kode panggilan internasional UEA, akan kembali pada hari Selasa dengan nomor 972, sesuai dengan kode panggilan Israel.

Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 13 Agustus 2020, menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Tidak seperti Mesir, yang berdamai dengan bekas musuhnya di medan perang pada 1979, dan Yordania, yang menyusul pada 1994, UEA tidak pernah berperang dengan Israel.

Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, yang juga berada dalam penerbangan ke UEA, mengatakan, “Tujuan kami adalah untuk mencapai rencana kerja bersama untuk memajukan hubungan di berbagai bidang.”

“Pagi ini, berkah tradisional 'pergi dengan damai' mendapat arti khusus bagi kami,” katanya dalam pernyataan pemerintah berbahasa Inggris.

[br]

Pembicaraan di Abu Dhabi bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara dua kekuatan ekonomi regional di berbagai bidang termasuk penerbangan, pariwisata, perdagangan, kesehatan, energi dan keamanan.

Sebuah pernyataan pemerintah Israel mengatakan akan ada pertemuan kerja tim gabungan tentang berbagai masalah menjelang penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang sipil dan ekonomi.

Kunjungan itu juga akan mencakup pertemuan antara Kushner, Ben-Shabbat dan Penasihat Keamanan Nasional UEA Sheikh Tahnoun bin Zayed.

Sejak perjanjian antara UEA dan Israel diumumkan, telah terjadi panggilan telepon antara menteri mereka, dan pada hari Sabtu, Emirates dalam tonggak sejarah baru mencabut undang-undang tahun 1972 yang memboikot Israel.

“Ini akan diizinkan untuk masuk, menukar atau memiliki barang dan produk Israel dari semua jenis di UEA dan memperdagangkannya,” bunyi dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed Al-Nahyan.

Sementara itu di tempat terpisah PM Israel benjamin netanyahumengatakan, “Ada lebih banyak pertemuan yang tidak dipublikasikan dengan para pemimpin Arab dan Muslim untuk menormalkan hubungan dengan negara Israel," kata Netanyahu tanpa menyebut nama negara mana pun.


Sumber : (arabnews)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia
Maskapai Penerbangan Bangladesh Diretas, Hacker Minta Tebusan Rp 75,8 Miliar
Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan
Upaya Arab-Israel Mengatasi Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Suhu di Timur Tengah
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Hubungan Israel-UEA Makin Mesra, Bayi Israel Pertama yang Lahir di Negara Arab Terima Paspor
komentar
beritaTerbaru