Kamis, 25 Juli 2024 WIB

DPO Kejari Inhil Kasus Korupsi Pembangunan Puskesmas Pulau Burung Menyerahkan Diri

- Sabtu, 18 Juni 2022 09:08 WIB
899 view
DPO Kejari Inhil Kasus Korupsi Pembangunan Puskesmas Pulau Burung Menyerahkan Diri
Ilustrasi: Buronan. (Kredit via Okezone)

TEMBILAHAN (Pesisirnews.com) - Kontraktor inisial ES akhirnya menyerahkan diri ke Kejari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), setelah sempat menghilang kurang lebih dua bulan saat ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kasus korupsi proyek Pembangunan Puskesmas Pulau Burung Tahun Anggaran 2019.

Kepala Kejari Inhil, Rini Triningsih menjelaskan, tersangka ES ditemani istrinya datang ke Kantor Kejari Inhil untuk menemui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Ade Maulana pada Rabu (15/6) lalu.

"Pada Rabu tanggal 15 Juni 2022 siang, DPO inisial ES selaku Kontraktor pada pembangun Puskesmas Pulau Burung tahun 2019, datang ke Kantor Kejari Inhil untuk menemui Kasi Pidsus, sekaligus menyerahkan diri setelah masuk DPO sejak tanggal 22 Maret 2022. Bahkan yang membujuk untuk menyerahkan diri adalah istri tersangka, alasannya biar tenang menjalani kasus ini, daripada sembunyi terus,” jelasnya.

Baca Juga:

Kajari Inhil memerintahkan Jaksa penyidik Kejari Inhil untuk langsung melakukan pemeriksaan terhadap ES sebagai tersangka.

[br]

Baca Juga:

"Sebelumnya, tiga tersangka inisial EC (selaku PPK), H (selaku PPTK), HDK (selaku konsultan pengawasan) telah ditahan oleh pihak Kejari Inhil pada tanggal 2 Juni 2022 lalu karena terbukti melakukan Tindak Pidana korupsi pada pembangunan Puskesmas Pulau Burung tahun 2019, dengan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar yang bersumber dari DAK Kabupaten Inhil," ungkap Rini.

Kejari Inhil juga mengungkap bahwa berdasarkan laporan hasil audit atas dugaan penyimpangan pembangunan gedung Puskesmas Pulau Burung pada Dinas Kesehatan Inhil tahun 2019, memiliki jumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp 476 juta.

"ES diperiksa kurang lebih selama empat jam, akhirnya ditahan dan dibawa ke Lapas Kelas II A Tembilahan," pungkasnya. (PNC/Mdo/Kapuspenkum)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Berkas Kasus Korupsi di DPUTR Inhil Riau Dinyatakan Lengkap, Kabid dan Rekanan Pelimpahan Tahap II
Permintaan Presiden Jadi Saksi Harus Diputuskan Pengadilan
BPK Riau Angkat Bicara Terkait Pegawainya yang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bupati Meranti
KPK Ungkap Siasat Bupati Meranti Isi ‘Kocek’ Pribadi dengan Uang Korupsi
Bupati Kepulauan Meranti Kena OTT KPK Terkait Dugaan Korupsi
Rafael Alun Tak Habis Pikir Jadi Tersangka oleh KPK: Saya Patuh Laporkan Harta
komentar
beritaTerbaru