Rabu, 24 Juli 2024 WIB

PLN Catat Keuntungan Bersih Rp 15,93 T dari Januari - September 2022

- Selasa, 01 November 2022 10:57 WIB
535 view
PLN Catat Keuntungan Bersih Rp 15,93 T dari Januari - September 2022
Ilustrasi: Kantor PLN Pusat. (Media Indonesia)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - PT PLN (Persero) mencatatkan kentungan bersih sebesar Rp 15,93 triliun selama Januari hingga September 2022.

Dilansir CNBC Indonesia, Selasa, capaian laba bersih ini melonjak 29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021 lalu yang tercatat sebesar Rp 12,39 triliun.

Capaian ini merupakan laba periode tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT PLN (Persero) hingga 30 September 2022 yang Tidak Diaudit (Unaudited).

Baca Juga:

Melonjaknya laba bersih ini seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 325,12 triliun hingga kuartal III 2022. Angka tersebut mengalami kenaikan 20,47 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 269,87 triliun.

Pendapatan perusahaan didominasi dari penjualan tenaga listrik yang tembus Rp 231,04 triliun atau naik 8,56 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 212,82 triliun. Disusul pendapatan dari kompensasi sebesar Rp 46,367 triliun atau naik 186,54 persendari sebelumnya Rp 16,18 triliun.

Baca Juga:

Kemudian, pendapatan yang berasal dari subsidi listrik pemerintah yang tembus Rp 42,14 triliun atau naik 12,70 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 37,39 triliun.

Lalu, pendapatan penyambungan pelanggan yang tembus Rp 606,93 miliar atau naik 80,60 persen dari Rp 336,05 miliar dan lain-lain naik menjadi Rp 4,96 triliun dari yang sebelumnya Rp 3,14 triliun.

Di sisi lain, jumlah beban usaha PLN meningkat 16,67 persen dari Rp 237,36 triliun menjadi Rp 276,95 triliun.

[br]

Beban usaha paling besar berasal dari bahan bakar dan pelumas yang naik dari Rp 86,14 triliun menjadi Rp 108,22 triliun, lalu beban usaha pembelian tenaga listrik juga mengalami kenaikan dari Rp 76,86 triliun menjadi Rp 94,22 triliun dan penyusutan aset tetap dari Rp 28,40 triliun menjadi Rp 30,38 triliun.

Sementara, jumlah liabilitas atau utang PLN turun dari Rp 631,60 triliun pada Desember 2021 menjadi Rp 627,05 triliun pada September 2022. Angka ini terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp 481,5 triliun dan jangka pendek sebesar Rp 145,55 triliun.

Berikutnya, aset perusahaan naik tipis dari Rp 1.613 triliun pada akhir tahun lalu menjadi 1.624 triliun per akhir September 2022. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pj Bupati Inhil Rapat Bersama Jajaran PLN Rangka Meningkatkan Elektrifikasi listrik di 2 Ibukota Kecamatan
PLN Menginformasikan Terjadi Gangguan Kelistrikan Jaringan Transmisi di Sumatera Bagian Selatan
Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN
Manager PLN UP3 Rengat Siap Tingkatkan Kerja Sama Pihak PLN dengan Pemkab Inhil
Terima Manager PLN UP3 Rengat yang Baru, Bupati HM. Wardan Harap Kemajuan Kelistrikan di Inhil
KPU Berikan Bimtek Penyusunan Daftar Pemilih bagi PPLN yang Baru Dilantik
komentar
beritaTerbaru