Sabtu, 22 Juni 2024 WIB

Ini Alasan Mengapa Harga Sawit di Riau Mengalami Penurunan

- Kamis, 02 Juni 2022 09:14 WIB
1.106 view
Ini Alasan Mengapa Harga Sawit di Riau Mengalami Penurunan

PEKANBARU (Pesisirnews.com) - Penurunan harga sawit terjadi di Riau, di mana harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Riau umur 10-20 tahun periode 1-7 Juni 2022 sebelumnya tercatat sebesar Rp 2.666,44/kg kini menjadi Rp 2639,43/kg, atau turun sebesar Rp 27,01 kg dibandingkan harga seminggu sebelumnya.

"Penurunan harga sawit Riau tersebut dipicu kenaikan dan penurunan harga jual CPO dari perusahaan yang menjadi sumber data," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengutip Antara di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan, untuk harga jual CPO, PTPN V tidak menjual komoditasnyapada minggu ini. Dari PT Sinar Mas Group menurun harga sebesar Rp 60,86/kg dari harga minggu lalu, PT Astra Agro Lestari tidak menjual produknya minggu ini.

Baca Juga:

Berikutnya PT. Asian Agri mengalami kenaikan harga sebesar Rp 107,28/kg dari harga minggu lalu.

"Dari PT Citra Riau Sarana tidak melakukan penjualan minggu ini. PT Musim Mas tidak melakukan penjualan minggu ini. Sedangkan untuk harga jual kernel, dari PT Sinar Mas Group menjual komoditasnya dengan harga sebesar Rp 6.980,00/kg. PT Asian Agri menjual komoditasnya dengan harga sebesar Rp 7.112,00/kg," katanya.

Baca Juga:

Sementara dari faktor eksternal, belum normalnya ekspor CPO dan kernel walaupun sudah diumumkan pencabutan larangan ekspor CPO.

[br]

Pada saat ini merupakan masa transisi, eksportir menjadi menunggu dan melihat-lihat/mengamati saja juga karena lelang CPO Riau di KPBN Jakarta juga tidak ada kesepakatan sesuai harga dasar penawaran lelang. Apalagi pasca terbitnya juknis Dirjendaglu Nomor 18/22 (bahwa rasio ekspor CPO ditetapkan oleh Dirjendaglu pada masa transisi saat ini).

Dampaknya tidak serta merta begitu dicabut larangan ekspor harga CPO bisa naik atau langsung bisa di ekspor CPO ke luar negeri.

Umumnya pembelian CPO/produk sawit jangka panjang (satu tahun), dampaknya para negara importir terbesar selama satu bulan pelarangan eksport, melakukan kontrak dengan Malaysia karena mereka butuh konsistensi/kepastian pasokan CPO.

"Dampak akibat kondisi di atas, karena pasar ekspor CPO belum normal, harga TBS yang kita tetapkan masih belum normal seperti yang kita harapkan," katanya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PW IWO Riau Akan Kawal Penanganan Kasus 70 Ton Kayu Ilegal di Kepulauan Meranti, Polda Harus Usut Tuntas Sampai Keakarnya.
Presiden dan Kapolri Kunjungi Riau, Polres Inhil Siaga 3
1.266 personel TNI POLRI dan Instansi Lain  Dikerahkan Pada Titik Kunjungan Presiden Jokowi Ke Riau
Serius Perhatikan Inhil, Anggota DPR RI Ini Anggarkan Pembangunan Jalan Menuju Wisata Religi
Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P
Dewi Juliani Ajak Semua Warga Jaga Hutan Sebagai Paru-paru Bumi
komentar
beritaTerbaru