Senin, 24 Juni 2024 WIB

Atasi Kelangkaan Pupuk, Cabup Bengkalis Bagus Santoso Minta agar Semua Pihak Dukung Petani

- Selasa, 22 September 2020 17:49 WIB
434 view
Atasi Kelangkaan Pupuk, Cabup Bengkalis Bagus Santoso Minta agar Semua Pihak Dukung Petani
Foto dari kiri Bagus Santoso, Gatot Riono, Astud Iponi dan Heri pada acara sosialisasi pupuk subsidi. Foto: Budi/Pesisirnews.com. 

SIAK KECIL, Pesisirnews.com - Kelangkaan pupuk bersubsidi dari pemerintah membuat petani di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis banyak mengeluh. Masa tanam dan panen tahun ini tidak mendapatkan pupuk subsidi sama sekali.

Hal tersebut diungkapkan pada acara sosialisasi pupuk bersubsidi yang ditaja Koperasi Petani Sawit Inti Damai Abadi (Kopasanda), bekerjasama dengan UPT Tanaman Pangan Siak Kecil pada Senin (21/9/2020)

Hadir di acara tersebut Kepala UPT Astud Iponi, Ketua Koperasi Gatot Riono, Penasehat Koperasi Bagus Santoso dan Heri sebagai narasumber dari Pekanbaru. Sedangkan undangan lainnya terdiri dari seluruh ketua dan pengurus Gapoktan, Poktan 17 desa se Kecamatan Siak Kecil.

Baca Juga:

“Kami petani ini sebenarnya manut saja apa maunya pemerintah, tapi tolonglah kami sekarang kerepotan mendapatkan pupuk bersubsidi,” kata Jumani mewakili kelompok tani (Poktan) dari Desa Langkat.

Akibat langkanya pupuk subsidi tentu sangat memukul usaha petani. Karena suburnya tanaman dan hasil panen yang maskimal juga bergantung dengan dukungan ketersediaan pupuk.

Baca Juga:

“Tanpa pupuk tanaman tak berbuah, kalau kami pupuk harga non subsidi hasil panennya tak sesuai dengan harga pupuk alias rugi, maka kami petani berharap betol adanya pupuk subsidi,” pinta Jumani.

Sementara itu masih banyak petani yang kebingungan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Terutama setelah adanya kebijakan pemerintah mengubah tatacara dan syarat dari data manual menjadi basis data daring, yang menjadikan kendala dalam melengkapi syarat administrasi.

“Dulu ada alokasi untuk petani pangan dan petani kebun. Pupuk lancar, sekarang petani kawatir gara gara administrasi tambah langka pupuk subsidi,” keluh Maryono.

[br]

Berkenaan kelangkaan pupuk itu, Kepala UPT Astud Iponi mengakui memang pupuk subsidi untuk tahun 2019 ada kendala yang mengakibatkan kelangkaan pupuk subsidi.

“Untuk mendapatkan pupuk subsidi itu ada administrasi yang harus dipenuhi, mulai dari tingkat PPL dengan Kelompok Tani (Poktan) menyusun RDKK. Setelah RDKK tersusun, baru terdata. Berdasarkan data inilah kami Dinas Pertanian mengajukan usulan untuk mendapatkan kartu Tani,” jelasnya.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, Bagus Santoso selaku penasehat koperasi mengajak semua pihak saling bersatu dan semua data harus terinput sehingga pupuk bersubsidi kembali lancar tersedia.

“Kuncinya bagaimana berkomunikasi yang baik antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan petani. PPL harus proaktif membimbing petani. Insya Allah kedepan pupuk lancar petani senang,” ucap Bagus Santoso.

Bagus Santoso yang pada pilkada serentak tahun ini maju sebagai Bakal Cawabup berpasangan dengan Bakal Cabup Kasmarni meminta pemerintah agar dapat menyempurnakan program Electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan Kartu Tani dalam memperbaiki penanganan pupuk bersubsidi.

Untuk diketahui, di Indonesia terdapat dua harga pupuk, harga subsidi dan non-subsidi. Harga pupuk non subsidi harganya sangat tinggi sedangkan harga pupuk non subsidi harganya lebih murah.

Khusus di Kecamatan Siak Kecil pada tahun 2020 mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 225 ton. Siak Kecil yang dulunya dikenal sebagai sentral pangan dengan luas lahan mencapai 2.955 H. sekarang hanya tinggal 1.291 H karena bergeser menjadi kebun sawit. (Budi)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Luhut Binsar Panjaitan Ungkap Mobil Yang Tak Boleh mengisi Minyak Bersubsidi
Ketua LSM LIDiKK :Owner Dan Manager SPBU Jelas Jelas Terbukti Dan Terlibat Dalam  Kasus Penyalagunaan Minyak Subsidi
Kamboja Alokasikan Rp 1,5 Triliun untuk Petani dan Swasta Guna Perkuat Pasar Beras
10 Langkah Ini akan Membuat Wanita Menjadi Super Hebat di Ranjang
Seekor Harimau Sumatera Terkam Dua Orang Petani di Aceh Selatan
Kabar Baik, Kemnaker Mulai Salurkan BSU Tahap VII Buat Pekerja yang Berhak Menerima
komentar
beritaTerbaru