Senin, 24 Juni 2024 WIB

Baru Pertama Kali Di Indonesia,Cerita Menarik Tentang Seorang Jenderal Soal Jabatan

Zanoer - Senin, 29 Maret 2021 20:25 WIB
904 view
Baru Pertama Kali Di Indonesia,Cerita Menarik Tentang Seorang Jenderal Soal Jabatan
JAKARTA - Ini salah satu cerita menarik dari panggung militer Indonesia. Cerita menarik ini tentang seorang Panglima TNI yang mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI yang mengangkatnya.
Kenapa cerita ini menarik, karena sangat jarang, ada seorang Panglima TNI yang sampai mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden RI. Mungkin, dia adalah satu-satunya yang melakukan itu.[adsense]
Siapa dia. Dia adalah Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto. Jenderal Endriartono menjadi Panglima TNI di era Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI.[br]
Sebelum ditunjuk jadi Panglima TNI, jenderal kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, 29 April 1947 ini menjabat sebagai KSAD. Ia ditunjuk jadi orang nomor satu di KSAD oleh Presiden RI, Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Kemudian naik kelas jadi Panglima TNI, saat Megawati jadi Presiden.[afsense]
Endriartono mulai menjabat sebagai Panglima TNI sejak 7 Juni 2002. Sampai kemudian Megawati lengser dan digantikan SBY. Di era SBY, Endriartono masih dipercaya sebagai Panglima. Jabatannya diperpanjang sampai 13 Februari 2006.
Nah, ada cerita menarik di balik berakhirnya jabatan Panglima TNI yang dipegang Jenderal Endriartono. Rupanya, sang jenderal sendirilah mengajukan pengunduran diri sebagai Panglima TNI kepada Presiden. Saat itu yang menjadi Presiden adalah Megawati Soekarnoputri.[br]
Pihak Mabes TNI sendiri menjelaskan bahwa surat pengunduran diri Jenderal Endriartono sebagai Panglima TNI kepada Presiden Megawati untuk, kepentingan reorganisasi di lingkungan TNI, selain faktor usia, di mana masa pensiun Endriartono diperpanjang sampai dua tahun dan pengganti Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan yang menjabat pada waktu itu.
Seperti diketahui, Endriartono kemudian digantikan oleh Marsekal Djoko Suyanto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) saat itu. Setelah pensiun, Jenderal Endriartono yang telah purnawirawan lantas diangkat jadi Komisaris Pertamina.[adsense]
Saat jadi Komisaris Pertamina, ada juga cerita menarik. Jenderal Endriartono hanya sebentar jadi Komisaris Pertamina. Lagi-lagi, ia mengajukan pengunduran diri dari posisi sebagai Komisaris Pertamina. Saat itu, berhembus kabar, jika pengunduran diri Jenderal Endriartono dipicu oleh faktor gaji yang terlalu besar, sementara yang dikerjakannya sebagai komisaris tidak terlalu berat.
Kala itu, koleganya di TNI, eks KSAU Marsekal (Purn) Chappy Hakim sempat mengomentari pengunduran diri Jenderal Endriartono dari Pertamina. Kata Chappy, mungkin ada hal-hal di Pertamina yang tidak sesuai dengan prinsip yang dipegang Jenderal Endriartono. Karena itu sang jenderal memilih mengundurkan diri.

Koranjakarta

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Berikut Calon Lawan Timnas Indonesia Babak Ke Tiga"kelas kakap"
Timnas Indonesia Mengukir Sejarah Pertama Kalinya Setelah Mengalahkan Filipina 2-0 Pada Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026
Timnas Indonesia Tekuk Filipina 2 -0 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026
Presiden Joko Widodo Memastikan Menonton Pertandingan Timnas Indonesia VS Filipina
Polda Metro Jaya Turunkan Ribuan Personel Untuk Pengamanan Jelang Laga Timnas Indonsia VS Filipina
Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru