Jumat, 19 Juli 2024 WIB

Allahu Akbar! Raharti Sang Pengagum Kartini Ini Bertakbir saat 28 Peluru Menembus Tubuhnya

- Kamis, 21 April 2022 18:34 WIB
2.271 view
Allahu Akbar! Raharti Sang Pengagum Kartini Ini Bertakbir saat 28 Peluru Menembus Tubuhnya
Raharti, sosok pejuang wanita pengagum Kartini yang tubuhnya ditembus 28 peluru. (Foto: Facebook Perpustakaan Nasional)

(Pesisirnews.com) - Mungkin masih cukup banyak Anak Bangsa di negeri ini yang belum mengenal sosok salah satu pejuang wanita bernama Raharti.

Dia sangat-sangat layak disebut sebagai seorang pejuang bahkan seorang pahlawan meskipun kita yang hidup sekarang tak mengenalnya.

Raharti adalah istri dari seorang tentara dengan pangkat letnan dua di masa revolusi. Raharti tak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, dia bahkan turut berjuang langsung sebagai penghubung para pejuang di kota yang berada dalam medan pertempuran.

Baca Juga:

Dia bertugas sebagai pemasok makanan untuk para pejuang di garis depan dengan berpura-pura sebagai wanita desa membawa bahan pangan seperti jagung, ketela beras dan lainnya.

[br]

Baca Juga:

Gerak-gerik Raharti lama-lama tercium oleh pasukan Belanda. Tepat di tanggal 21 April 1949 ketika dia sedang salat Isya, satu peleton serdadu Belanda menggeladah rumahnya.

Ketika pintu rumahnya didobrak, timbul niat jahat komandan Belanda untuk melakukan tindakan senonoh.

Raharti merota-ronta sekuat tenaga namun tak ada seorangpun yang menolong. Raharti berhasil lepas dari nafsu angkara, kemudian dia berusaha lari ke luar.

Namun, diluar pintu dia sudah dihadang sejumlah serdadu bersenjata laras panjang. Moncong senjata diarahkan kepadanya agar tidak ada jalan bagi Raharti untuk bisa meloloskan diri.

Dia pun akhirnya ditangkap dan dibawa untuk diinterogasi tentang pasukan gerilya Indonesia, terutama tempat persembunyian mereka.

Karena Raharti tidak membuka mulut, serentetan peluru dimuntahkan menembus tubuhnya.

Raharti mengucapkan ‘‘Allohuakbar’’ sebelum tubuhnya roboh berlumuran darah.

[br]

Setelah ditinggalkan serdadu Belanda yang menyangka dia sudah tewas, tak lama kemudian dia mendapat pertolongan. Meski tubuhnya ditembus 28 butir peluru, Tuhan seperti memberikan mukjizat padanya. Nyawa Raharti masih dapat diselamatkan, kecuali kakinya.

Tahun 1957 Raharti dipanggil Sang Pencipta. Kuburannya hanya berselang beberapa meter saja dari Makam Panglima Besar Jendral Sudirman.

Semasa hidup, Raharti dikenal sebagai sosok seorang perempuan pengagum Kartini. Perjuangan RA Kartini menjadi semangat dan motivasi dirinya untuk dapat melakukan hal terbaik bagi negara yang dicintainya.

Pada tanggal 10 November 1961, di hari Pahlawan mendiang Presiden Soekarno menghadiahkan Bintang Gerilya untuk Raharti, seorang 'Kartini' yang gagah berani.

Kisah Raharti ini dinukil dari laman Facebook resmi Perpustakaan Nasional, yang bersumber dari: Mutiara, 2-01-1985. Koleksi Surat Kabar Langka Salemba-Perpustakaan Nasional RI (SKALA-Team).

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peringatan Hari Kartini ke-144, Bupati Inhil: Jadikan Perjuangan Kartini sebagai Inspirasi dan Motivasi
Beginilah Kemeriahan Perayaan Hari Kartini di Inhil
Peringati Hari Kartini, Pembawa Upacara di SD Ini Guru Wanita
Peringati Hari Kartini, Camat Bagansinembah Buka Lomba PKK
komentar
beritaTerbaru